Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

5 Bunga Adenium Hadiah Lebaran Terbaikku

LEBARAN tahun ini aku mendapat hadiah sangat istimewa di sepanjang hidupku, berupa hadiah dari taman di halaman rumahku yang sangat membahagiakan hati dan akan kukenang seumur hidupku.

Hadiah itu adalah berbunganya Pohon Adenium sejenis Kamboja dengan warna merah yang mempesona, yang sampai sepekan Lebaran masih memperlihatkan keindahannya. “Alhamdulillah ya Allah…” batin bersyukur karena Sang Pencipta telah mengizinkan Adenium berbunga dan tumbuh sehat di halaman rumahku.

Lima bunga yang telah kembang dan lima lainnya masih kuncup begitu membuat pandangan mata berbinar bahagia.

“Terima-kasih Adenium, kamu telah mau kembang, jangan ngambek lagi ya…” batin berbicara sendiri kepada Adenium yang bagai menjawab pernyataanku dengan bergoyang elok diterpa angin pagi di Hari Ahad, 31 Mei 2020.

Kenapa kusebut ngambek – sebab memang ada ceritanya yang seringkali dilegendakan banyak orang bahwa kalau pohon, baik pohon hias maupun pohon buah, kalau dipangkas, dibelah, ataupun dipindahkan akan membuat pohon itu ngambek. Di antaranya ngambek lalu mati, tak berbunga atau tak berbuah, sehingga membuat pelakunya menyesal.

Inilah yang aku alami terhadap Adenium di taman halaman rumahku. Sebelumnya Adenium tumbuh indah dengan banyak bunganya, saat ditempatkan di pagar tembok yang bagian atasnya sengaja dibuat lebar untuk menempatkan pot bunga.

Namun, seiring aku membolak-balik tempat-tinggal dari rumah menjadi kantor perusahaan, dari kantor perusahaan menjadi rumah, yaitu bangunan nomor 26 dan nomor 27 di Jl Sukamanah Jaya di jantung Kota Tangerang, sejak 1,5 tahun lalu. pohon ini aku belah dua karena cabangnya berurai menjauh, tumbuh miring seiring sorotan sinar matahari, dan keinginan memiliki dua Adenium di 2 pot.

Eh, sejak itu, satu pohon tak mau berbunga. Meskipun satu pohon lainnya yang pada awalnya sulit berbunga, akhirnya mau berbunga juga. Waktu yang satu pohon berbunga akupun telah bersyukur hati kepada Illahi Robbie, meskipun ada penyesalan mendalam atas pemindahan Adenium karena pohon lainnya masih ngambek.

Namun, hatiku berbahagia menjelang 5 hari Lebaran, ketika di suatu pagi, ketika aku melihat Adenium yang ngambek yang rajin kusirami di setiap pagi sambil menggumankan Salawat Nabi, tumbuh kuncupnya. “Aduh, nuhun…” batinku dengan gaya ke-Sunda-an melihatnya mengeluarkan kuncup.

Sejak itu, Adenium mampu menempatkan dirinya menjadi pohon yang menarik perhatian istimewaku, meskipun aku tak akan pilih-kasih dengan 76 pohon lainnya di pot yang kurawat di dua bangunan di Jl Sukamanah Jaya itu.

“Ayo berkembang Adenium…” begitu ucapanku selalu saat melihat Kuncup Adenium berkembang semakin besar dan semakin indah ketika kusirami di setiap pagi.

Harus kuakui mungkin taman di halaman rumahku ini, kalah jauh dari taman orang-orang lainnya, yang memiliki rumah besar dan biaya pemeliharaan taman yang besar dan dikelola secara profesional. Tetapi bagiku, “Tamanku adalah taman terindah di istana sedunia…” Hehehe, bisa masuk juga kan ujarannya.

Yang sangat membahagiakanku, ternyata 3 bunganya membesar di saat Lebaran, sehingga aku membatin, “inilah hadiah Lebaran terbaik dari tamanku atas izin Sang Maha Pencipta…”

Sontak peritiwa istimewa bagiku ini, segera kekabarkan kepada isteri dan anak-anakku, lengkap dengan gambaran suasana hatiku yang berbunga-bunga.

Tentu saja, mereka pun turut berbahagia, lalu seringkali menyempatkan mata memandang kagum pada Bunga Adenium, sesaat berada di halaman rumah. “Wow menyenangkan hati sekali…” tambahan batinku.

Allah yang Maha Pengasih dan Pencipta Kebahagiaan dan Keindahan, rupanya telah memberikan tambahan nikmat kepadaku dengan mengizinkan Bunga Adenium terus berkembang semakin banyak sampai sepekan pasca Lebaran.

Semula hanya tiga yang berbunga, kini menjadi 5 bunga. Lalu, kuncup yang siap mekar pun terlihat semakin banyak. “Alhamdulillah Ya Allah…”

Sekarang aku berharap agar Adenium itu terus berbunga, semakin banyak, semakin merah, semakin indah. Lebih khusus, “jangan lagi ngambek, bila pemindahanmu mengecewakanmu, maafkanlah aku…”

(Visited 117 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *