Dinkes Dorong Warga Sigap Lakukan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan

TANGERANG – Pemerintah mengeluarkan Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) 2011-2035 dan telah menindaklanjuti dengan Instruksi Presiden RI Nomor 4 tahun 2013 tentang program dekade aksi keselamatan jalan dengan target lima Pilar Aksi Keselamatan Jalan.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Dinkes Kota Tangerang melakukan salah satu pilar dengan menerapkan penguatan pelayanan kesehatan yang diantaranya meliputi strategi peningkatan akses dan optimalisasi sistem rujukan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

“Itu bisa dilakukan melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sesuai dengan tanggung jawab menteri kesehatan yang tertuang dalam Inpres RI Nomor 4 tahun 2013,” kata Evi Apriani, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Tangerang.

Tujuan diadakannya acara tersebut yakni meningkatkan pengetahuan dalam masalah kegawatdaruratan, peserta mampu menolong diri sendiri, keluarga ataupun orang lain yang mengalami kegawatdaruratan dengan cepat dan tepat. “Acara ini juga dilakukan untuk memberi bantuan hidup dasar atau resustasi jantung paru (RJP) dan terciptanya safe community,” ujarnya.

Evi mengungkapkan, masalah kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Karenanya, upaya pertolongan ditunjukan dengan mempertimbangkan waktu adalah nyawa.

“Artinya apabila pertolongan terlambat atau salah dalam memberi pertolongan akan berakibat terhadap kematian. Kejadian darurat seperti kecelakaan lalu lintas, penyakit, kebakaran maupun bencana alam perlu keterlibatan masyarakat yang ada di dekat lokasi,” ungkapnya.

IN-HOUSE TRAINING

Ia menuturkan, peran serta masyarakat diperlukan untuk memberikan pertolongan awal, mengaktifkan SPGDT, mendukung transportasi dalam keadaan darurat secara benar. “Dengan kata lain, masyarakat perlu diberdayakan sebagai first responder (penolong pertama kegawatdaruratan-red). Mereka kami beri pelatihan agar memberi pertolongan ditempat kejadian sebelum petugas kesehatan datang,” tuturnya.

Ia menyebutkan, masyarakat awam, kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan aparatur atau kelompok lain yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan. “Karena hal itu Dinkes Kota Tangerang melaksanakan ‘In House Training Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Bagi Lintas Sektor dan masyarakat umum,” ucapnya.

Evi menambahkan, selama setahun ini In House Training Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan sudah dilakukan empat kali. Pertama dan kedua dilakukan pada 14 Mei 2018 dengan peserta 72 orang dari kepolisian, Dishub, dan Satpol PP Kota Tangerang, untuk angkatan tiga dan empat dilaksanakan pada 8 dan 13 November 2018 dengan peserta 36 orang Saka Bakti Husada Kota Tangerang dan 36 orang dari pegawai aparatur di lingkungan Dinkes Kota Tangerang.

“Ke depan kami berencana menambah peserta yang diberikan pelatihan, untuk pihak-pihak yang dilatih juga nantinya akan lebih bervariasi. Nanti mungkin kita akan keliling ke kecamatan, kelurahan dan komunitas-komunitas,” pungkasnya [adv]

(Visited 86 times, 1 visits today)
Exit mobile version