DPRD Kota Tangerang Dorong Percepatan PSEL Mandiri, Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Sampah
TANGERANG [ProBENTENG] – DPRD Kota Tangerang mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun secara mandiri oleh Pemerintah Kota Tangerang. Proyek strategis tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahunnya.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, mengatakan pihaknya sejak awal mendukung skema pembangunan PSEL mandiri dibanding bergabung dalam proyek pengelolaan sampah berbasis aglomerasi. Menurutnya, skema mandiri dinilai lebih menguntungkan dari sisi biaya, pengelolaan aset, hingga meminimalkan potensi persoalan sosial di kemudian hari.
“Sejak awal kami mendorong agar Kota Tangerang memiliki PSEL sendiri. Selain lebih efektif, aset yang dibangun nantinya juga menjadi milik daerah dan dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang,” ujar Rusdi usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Ahmad Yani, Senin (1/6/2026).
Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut, DPRD bersama Pemkot Tangerang telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan yang diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Lahan seluas sekitar lima hektare dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.
Rusdi menjelaskan, pada tahap awal pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp60 miliar untuk proses pembebasan lahan. Sementara kebutuhan anggaran sisanya akan diupayakan melalui APBD Perubahan 2026 setelah proses penilaian atau appraisal selesai dilakukan.
“Yang terpenting saat ini adalah mempercepat seluruh tahapan persyaratan, terutama pembebasan lahan, agar proyek bisa segera berjalan sesuai target,” katanya.
Menurutnya, keberadaan PSEL sangat penting mengingat produksi sampah Kota Tangerang saat ini mencapai sekitar 1.600 ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing semakin terbatas.
Dengan hadirnya PSEL, sebagian besar sampah harian dapat diolah menjadi energi listrik sehingga mampu mengurangi beban TPA secara signifikan. Bahkan, kapasitas fasilitas yang akan dibangun masih terus dikaji agar mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penduduk dan volume sampah di masa mendatang.
“Kami berharap kapasitas pengolahan tidak hanya 1.000 ton per hari. Jika memungkinkan bisa lebih besar, sehingga kebutuhan pengelolaan sampah ke depan dapat terakomodasi dengan baik,” ungkapnya.
Selain pembangunan PSEL, Rusdi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT dan RW. Menurutnya, pengurangan sampah sejak dari hulu menjadi faktor penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“PSEL memang menjadi solusi utama untuk mengolah timbulan sampah, tetapi peran masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah juga tetap menjadi kunci agar persoalan sampah di Kota Tangerang bisa diselesaikan secara menyeluruh,” pungkasnya. [ron]
![]()

