
Lampu pengatur lalulitas menyala merah tetapi diatur Pak Ogah nyelonong melintasi Pertigaan Jl Prabu Siliwangi. [wawan]
Pak Ogah atau sukarelawan pengatur lalulintas dengan imbalan uang tips terkesan leluasa dibiarkan mengatur arus kendaraan di pertigaan yang ada, layaknya petugas mengatur arus kendaraan. Tentu saja, sukarelawan ini lebih memilih mendahulukan pengendara yang memberi uang tips.
Akibatnya, terkadang bukannya arus kendaraan menjadi lancar dan tertib, malah menciptakan kemacetan tambahannya.
Ini misalnya terjadi di Pertigaan Jl Pajajaran, Pertigaan Jl Gajah Tunggal, Pertigaan Jl Prabu Siliwang, Pertigaan Keroncong dan beberapa titik pertigaan lainnya.
Rachman, mengaku sangat terganggu dengan aksi sukarelawan ini karena lampu pengatur lalulintas yang sudah selayaknya menjadi panduan kendaraan berhenti atau jalan menjadi tak berfungsi.
“Saya sempat menginjak rem dadakan ketika lampu menyala hijau, eh ada mobil nyelonong diatur Pak Ogah melintas,” ceritanya saat melintas di Pertigaan Jl Gatot Subroto menuju Bitung.
Hal sama dikeluhkan Dodi, pengendara dari arah Bitung menuju Jatiuwung yang sempat diberhentikan Pak Ogah di Pertigaan Jl Prabu Siliwangi yang akan mengeluarkan truk kontiner menuju Bitung. Padahal posisi lampu pengatur lalulintas menyala hijau.
Warga mengharapkan pihak kepolisian dan dishub dapat menertibkan sukarelawan yang cenderung hanya mencari uang tips ketimbang mengatur lalulintas sewajarnya. [wawan]
0 Komentar
Anda bisa menjadi orang pertama yang memberikan komentar.