WA WA, Online online, Virtual Virtual

WHATSAPP whatsapp… Online online… Virtual virtual…” aku mengucapkannya secara bernada dengan genre up-rock sehingga enak di kuping dan bikin hati senang, meskipun batin sedikit teriris rasa kangen kumpul keluarga besar di saat hari pertama Idul Fitri 2020.

Betapa tidak, biasanya di saat hari raya, keluarga besar berkumpul di rumahku. Kakak, adik, anak, keponakan dan keluarganya, sampai ipar. Kali ini, mereka tak datang. “Kemana mereka, kunaon teu datang…”

Sesaat tersadar kondisi Nusantara masih dalam selimut Pandemi Covid-19, hati semula merasa sedikit sepi dan teriris rindu, ambyar sudah berganti senyum enteng, seenteng kapas tersibak angin senja. Yang pasti pula, uang di saku dan dompetku tak jadi terkuras, wkwkwk (gaya ketiwi virtual ABG).

Kemudian para tetangga pun, sesuai tradisi warga Kampung Sukamanah di Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, hampir seluruhnya keluar rumah, lalu kami saling bermaaf-maafan di jalan lingkungan, kali inipun hanya segelintir, kalaupun mau dibilang begitu.

Ending-nya, lagi-lagi, dompetku pun tak jadi pula terkuras untuk memberi persenan kepada anak-anak tetangga yang bejibun, bererotan, banyak tingkah-polah, hahaha…

Sesaat kemudian akau jadi teringat pada pengganti kesedihan hati, yaitu di lebaran tahun aku kebanjiran ucapan Idul Fitri melalui seliweran ucapan whatsapp secara jaringan pribadi (japri) ataupun melalui whatsapp grup (WAG), yang di saat lebaran tahun sebelumnya tak sebanyak sekarang.

“Eh iya, memang lebih rame pesan silaturahim di jagat maya secara online dan virtual untuk lebaran tahun ini…” batinku tersenyum-senyum sendiri menjelang zuhur di hari pertama Lebaran.

Isi pesannya ada yang panjang-lebar mirip tulisan kolomnis koran sambil dibarengi tulisan doa kesehatan dan keselamatan dunia-akherat. Tetapi ada juga yang pesannya cuma ucapan pendek tetapi mengena sasaran, bahkan ada yang sableng cuma sebuah virtual stiker. Hahaha…

Namun, sungguh sesuai anjuran pemerintah agar silaturahim Lebaran Tahun 2020 cukup secara online dan virtual saja (#dirumahaja), perayaan lebaran berinitisari ucapan selamat, saling meminta maaf, dan doa kebaikan bersama, tercapai sudah meskipun dibumiwaelah.

Isteriku malah berkata sambil tersenyum lucu, “Lebaran kali ini hemat sangat…” Maksudnya, tak perlu mengeluarkan persenan Lebaran. Meskipun aku tahu kerinduan untuk berkumpul keluarga besarnya teriris sepertiku. “Subhanallah walhamdulillah…” batinku.

Lalu, aku jadi teringat pula pada rasa isengku di malam takbiran, menghitung-hitung berapa banyak pesan whatsapp ucapan Selamat Idul Fitri masuk ke HP pintarku, mulai japri atau WA grup, sampai pukul 23.00, sebelum aku mulai bersiap tidur.

Kubuka catatannya di komputerku, wah banyak juga. Aku tentu saja menjadi senang dengan wahana balas-membalas ucapan Selamat Idul Fitri lewat WA japri dan WAG.

“Ternyata secara japri ada 15 pesan dari teman, keluarga dan anak. Dari 6 WA Grup yang kuanggotai tercatat 84 pesan berbalas ucapan selamat di malam tabkbiran,” batinku dengan bibir mengembang karena senang.

Terinci dari WAG ProBENTENG sebanyak 6 pesan, dari WAG Adhiyaksa Media Centre 8 pesan, dari PWI Kabupaten Tangerang 28 pesan, dari WAG Keluarga Besar RT 02/RW 15 Sukasari 8 pesan, dari WAG Konco Lawas 18 pesan, dari Koperasi Serba Usaha (KSU) Pena Sejahtera 7 pesan, dan WAG Alumni IPS4 SMAN Tangerang 9 pesan.

“Ini obat kangenku…” teriak batinku senang yang lalu disambung kenangan atas mereka melintas di benakku. Ada yang sedang tersenyum, ada yang sedang guyon, cemberut wajah, menyibakan rambut, sedang nyetir mobil, sedang karaokean, sampai sedang berrenang di kolam renang.

“Hahaha…” tak sadar aku tertawa sendiri jadi mengundang pandangan tanya dari isteriku di sebelah. Sejurus kemudian dia ikut tertawa ketika kuberi tahu bahwa aku sedang menghitung-hitung jumlah pesan Selamat Idul Fitri yang masuk ke HP-ku. ***

[ch djamal / cdjamal@yahoo.com]

(Visited 85 times, 1 visits today)
Exit mobile version