Kuliner Malam Sholeh Ali Saingi Kuliner Pasar Lama
KULINER malam jajanan kaki-5, caffe, bakso, bakmi sampai restoran di pusat Kota Tangerang, kini pun berkembang di kawasan Jl KH Sholeh Ali, masuk wilayah Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Kuliner setiap malam yang mulai ramai sejak senja sampai malam hari ini bagai menjadi “pesaing ketat” Kuliner Pasar Lama di pusat Kota Tangerang yang sudah terkenal sejak dahulu. Jarak kedua lokasi inipun sebenarnya tak terlalu jauh dan masih dalam satu wilayah Kelurahan Sukasari.
Yang pasti, kini warga Kota Tangerang dan warga luar Kota Tangerang yang kebetulan melintas ke Jl KH Sholeh Ali, bisa singgah sejenak untuk membeli jajanan goreng-gorengan, Nasi Uduk, Ketoprak, Martabak, Sate Ayam-Kambing, Bakso, Bakmi Ayam, Bubur Ayam, Bubur Kacang Hijau, Nasi Goreng, dan masih banyak jajanan lainnya.
Baca Juga: 200 PETUGAS GABUNGAN IKUTI GELAR PASUKAN SIAGA BENCANA
Pedagang yang memanjang di tepian jalan protokol sepanjang 150 meter itupun membandrol harga murah-meriah, layaknya jajanan masyarakat. Keramaian bagai pasar malam di pusat kuliner inipun masih ditambah dengan kehadiran 3 apotek dan 7 minimarket yang buka sampai malam.
“Katanya sih sebagian pedagangnya memang datang dari Kuliner Pasar Lama yang menghindari persaingan ketat di sana,” cetus Edi, warga Kampung Sukamanah. “Ya gak soal, yang penting cari jajanan goyang lidah guampang…”
Baca Juga: PWI-UMN JALIN KEMITRAAN JURNALISTIK DIGITAL
Disebabkan semakin banyak warga mendatangi kawasan kuliner ini, maka ketersendatan arus lalulintas pun sesekali terjadi. Namun banyak warga tak keberatan, sebab yang namanya pusat jajanan ya memang kudu sedikit macet karena ramainya kendaraan parkir.
“Pastinya, kuliner ini membantu pedagang mencari rezeki di masa Pandemi Corona…” ucap Lisa, remaja putri asal Babakan yang sabar menunggu jajajan Nasi Gorengnya siap.
Baca Juga: SUDAH MENGALIHKAN LAYANAN, PDAM TIRTA BENTENG HARUS BERORIENTASI KEPADA PELANGGAN
Sementara Ali Murthado, Pedagang Martabak Telor, mengakui kawasan Sholeh Ali memang semakin ramai sejak 2 tahun terakhir ini. Dia mengaku kalau dahulu menjelang pukul 10 malam sudah mulai sepi pembeli dan pedagang.
Tetapi sekarang berbeda. Lalu dia memperlihatkan suasana masih banyak pedagang yang buka dan warga yang membeli di kawasan ini saat memasuki pukul 10 malam. “Alhamdulillah rame, ada rizki dari Allah…”
Pemantauan lokasi, para pedagang jajanan sebagian besar memang mulai tutup 11 malam. Sementara pemilik cafe, bakmi ayam, dan restoran menutup usaha pukul 9 malam.
Mau coba, yuk datang ke Kawasan Kuliner Jl KH Sholeh Ali. [cd]
![]()


