Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi 3 Masjid Pascabanjir Jadi Simbol Solidaritas Warga

Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi 3 Masjid Pascabanjir Jadi Simbol Solidaritas Warga

TANGERANG [ProBENTENG] — Kepedulian masyarakat Kota Tangerang terhadap korban bencana di Aceh kembali diwujudkan melalui renovasi tiga masjid yang rusak akibat banjir. Bantuan tersebut diinisiasi Tim Peduli Aceh–Sumatera asal Kota Tangerang sebagai bentuk solidaritas dan semangat kebersamaan antardaerah.

Walikota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi langkah kemanusiaan tersebut. Menurutnya, renovasi rumah ibadah tidak hanya memulihkan bangunan fisik, tetapi juga membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas dan ibadah secara normal.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Ketika masjid kembali berdiri dan digunakan, maka semangat masyarakat untuk bangkit juga ikut tumbuh,” ujar Sachrudin, Kamis (7/5/2026).

Tiga masjid yang diresmikan yakni Masjid Babulfalah dan Masjid At-Taqwa di Desa Mananggini, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Masjid Madinah Japakeh di Kabupaten Pidie Jaya. Peresmian dilakukan langsung oleh Tim Peduli Aceh–Sumatera pada Rabu (6/5/2026).

Renovasi tersebut merupakan bagian dari program perbaikan 12 masjid terdampak banjir hasil kolaborasi masyarakat Kota Tangerang bersama Pemkot Tangerang, DPRD Kota Tangerang, MUI, BAZNAS, PPPA Daarul Qur’an, serta lintas komunitas sosial lainnya.

Ketua Tim Peduli Aceh–Sumatera, Ika Lestari, mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan kembali harapan masyarakat pascabencana.

“Ini bukan hanya tentang bangunan masjid, tetapi juga tentang menghadirkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” katanya.

Hal senada disampaikan Bendahara Tim Peduli sekaligus Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, Anwar Sani. Ia menyebut musibah justru mempererat persaudaraan antardaerah.

“Bencana ini mempertemukan banyak hati untuk saling peduli dan membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Datuk Penghulu Kampung Mananggini, Moh. Jali, mengaku terharu atas bantuan renovasi yang diberikan. Ia mengenang kondisi masjid yang sempat dipenuhi lumpur setinggi hampir satu meter setelah diterjang banjir.

“Dulu kondisinya sangat parah. Kami bahkan bingung harus mulai renovasi dari mana,” ungkapnya.

Selain meresmikan masjid, Tim Peduli juga meninjau kondisi masyarakat penyintas banjir yang masih membutuhkan bantuan, mulai dari hunian, pendidikan, hingga pemulihan pesantren dan madrasah terdampak.

Tim Peduli Aceh–Sumatera memastikan akan kembali menyalurkan bantuan lanjutan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh pascabencana. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *