Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Menjalar Kegalauan “Ledakan Tagihan” 20 Kali Lipat PDAM Tirta Benteng

Terus menjalar kegalauan hati banyak pelanggan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang di pusat kota itu terkait "ledakan tagihan" sampai 20 kali terhitung Juli 2022.

TANGERANG [ProBENTENG] – Terus menjalar kegalauan hati banyak pelanggan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang di pusat kota itu terkait “ledakan tagihan” sampai 20 kali terhitung Juli 2022.

“Gimana gak galau…” cetus Rizky, anak dari pelanggan PDAM Tirta Benten di Kampung Sukamanah galau. Ditutur dia memang selalu diminta tolong ayahnya untuk membayar rekening tagihan PDAM secara online yang secara normal setahun lalu per bulan berkisarRp 250 ribu.

Kini langganan PDAM keluarganya ditagih sampai Rp 3.230.000 pada tagihan Juli 2022. Ini semua, kata dia, gara-gara petugas PDAM Tirta Benteng tak melakukan pencacatan meter-pakai sejak September 2021 sampai Juni 2022.

Kegalauan serupa diutarakan Alliyuladzhim, juga warga Kampung Sukamanah. Dia selaku Ketua RT 02/RW 15 Kelurahan Sukasari memperkirakan tagihan PDAM rumah keluarganya bakal meledak pada Juli 2022.

“Saat petugas pencatatan datang, saya lagi tak di rumah,” katanya. Tetapi melihat kegalauan tetangga kiri-kanan yang memprotes “ledakan tagihan” yang terjadi, dia memastikan “ledakan tagihan” PDAM rumah keluarganya pasti sama.

Sebab ada satu rumah tangga di lingkungan RT yang dipimpinnya mengeluh tertagih sampai Rp 8 juta lebih.

Darmaji Jusuf, Ketua RW 15 Sukasari yang rumahnya juga pelanggan PDAM Tirta Benteng, menyarakan kegalauan yang sama. “Banyak warga saya yang pelanggan PDAM menyampaikan keluhannya. Gimana ya…”

Bila semua pelanggan PDAM Tirta Benteng mengalami “ledakan tagihan” yang sama, maka kegalauan ini bisa dirasakan ribuan pelanggan PDAM Tirta Benteng yang berada di pusat Kota Tangerang.

GEGARA ALIH KELOLA
Ketakutan banyak pelanggan atas ledakan luar-biasa tagihan ini dinilai terjadi karena kesalahan pihak PDAM Tirta Benteng yang tak pernah melakukan pengecekan meter pakai sejak September 2021.

Ini bermula saat terjadinya pengalihan langganan pengelolaan air dari PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ke PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang pada pertengahan tahun 2021. Pengalihan sendiri disebabkan puluhan ribuan pelanggan PDAM Kabupaten Tangerang itu seluruhnya berdomisili di Kota Tangerang.

Namun sejak pengalihan, PDAM Tirta Benteng tak pernah melakukan pengecekan meter pakainya yang ditempatkan di rumah-rumah pelanggan. Malah disebut-sebut memakai sistem tembak murah, sehingga pada akhirnya akan terjadi ledakan tagihan luar-biasa yang pasi diresahkan pelanggannya.

Diakui pelanggan, sebelum pengalihan, biasanya mereka di antaranya membayar tagihan per bulan Rp 150 ribu-Rp 250 ribu. Setelah pengalihan turun drastis Rp 36 ribu-Rp 150 ribu. Ini tak wajar karena meter pakai tak pernah dicek. Ditakutkan saat meter pakai dicatat akan teradi ledakan tagihan. Ternyata itu, terbukti. [cd]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *