Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

105 Proyek di Kecamatan Benda Diorientasikan bagi Kebutuhan Masyarakat

Camat Benda, Teddy Roestandi memaparkan pembangunan proyek-proyek tahun 2016 di Benda yang telah dibangun sesuai hasil Musrenbang Kecamatan Benda. ***

BENDA – Sebanyak 105 proyek pembangunan kawasan dan lingkungan yang dibiayai APBD Kota Tangerang tahun 2016 di 5 wilayah kelurahan se-Kecamatan Benda dengan seratus miliar rupiah lebih, telah selesai dibangun dan diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Tugu Bokor Emas.

Proyek-proyek yang siap diresmikan Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah di bulan Pebruari 2017 ini, di antaranya pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Benda, Tugu Bokor Emas sebagai tugu menandai keberadaan Bandara Soetta di Benda, gedung pemadam kebakaran, gedung sekolah, serta puluhan pembangunan jalan dan drainase.

Camat Benda, Teddy Roestandi, Selasa (14/2/2017), saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Benda di aula kantor kecamatan itu, mengutarakan pembangunan proyek-proyek itu diorientasikan bagi kemajuan, kenyamanan hidup, kesejahteraan, dan  kepentingan masyarakat Benda.

Sebab itu, proyek-proyek ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, yang ditandai dengan masyarakat turut-serta menjaga dan merawatnya sehingga bisa bertahan lama.

 

Berragam Proyek

Camat Teddy di Musrenbang Kecamatan Benda yang dihadiri 150 RT-RW, tokoh masyarakat, kader PKK, kader kesehatan, perwakilan Bappeda Kota Tangerang, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tangerang, dan Anggota DPRD Kota Tangerang, menegaskan ke-105 proyek pembangunan tahun 2016 itu seluruhnya terrealisasi berdasar hasil musrenbang.

Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Benda.

Proyek-proyek itu terinci per wilayah kelurahan, s.b.b: Pertama, proyek pembangunan di wilayah Kelurahan Belendung seluruhnya terdapat 19 proyek pembangunan. Terinci 8 proyek jalan lingkungan berpaving-blok, 4 proyek jalan betonisasi, 3 turap kali irigasi, dan 4 proyek perbaikan drainase.

Kedua, proyek pembangunan di wilayah Kelurahan Jurumudi terdapat 26 proyek. Terinci 5 proyek pembangunan jalan lingkungan berpaving-blok, 4 proyek jalan betonisasi, pembuatan 8 jamban sehat, 8 proyek bedah-rumah, dan 1 proyek pembangunan resapan air.

Ketiga, proyek pembangunan di wilayah Kelurahan Jurumudi Baru terdapat 14 proyek. Terinci 2 proyek pembangunan jalan lingkungan berpaving-blok, 2 proyek pembangunan drainase, 2 proyek jalan betonisasi, 2 proyek bedah-rumah, dan pembuatan 10 jamban sehat.

Keempat, proyek pembangunan di wilayah Kelurahan Pajang terdapat 8 proyek. Terrinci 3 proyek pembangunan jalan lingkungan berpaving-blok dan 5 proyek pembangunan drainase.

Kelima, proyek pembangunan di wilayah Kelurahan Benda terdapat 38 proyek. Terrinci 6 proyek pembangunan jalan berpaving-blok, 2 proyek pembangunan turap, 1 proyek pembangunan jalan betonisasi, 5 proyek pembangunan drainase, pembuatan 11 jamban sehat, 9 proyek bedah-rumah, 1 pembangunan gedung sekolah, Tugu Bolor Emas, Markas Damkar, dan Gedung BLK Benda.

 

Tahapan Musrenbang

Gedung SDN Rawa Bokor di wilayah Kelurahan Benda telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan.

Camat Benda lalu mengutarakan pentingnya musrenbang dilaksanakan karena proyek pembangunan wilayah yang dibangun Pemkot Tangerang berdasarkan usulan pembangunan yang dirumuskan musrenbang kecamatan ke Pemkot Tangerang.

Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana  Pembangunan Daerah, musrenbang dilakukan setiap tahun sebelum memasuki anggaran tahun berikutnya.

Musrenbang kota diawali dengan musrenbang tingkat kelurahan. Pada tahapan ini, prinsipnya usulan pembangunan disusun dan disampaikan secara berjenjang mulai dari RT/RW ke kelurahan.

Setelah dirumuskan, maka hasil musrenbang kelurahan disampaikan dalam musrenbang lanjutannya yaitu di musrenbang tingkat kecamatan. Dalam tahapan ini, data usulan pembangunan dari semua kelurahan yang terkumpul digodok pihak kecamatan.

Selanjutnya hasil musyawarah kecamatan ini dituangkan dalam satu dokumen berupa daftar usulan kegiatan kecamatan yang berikutnya diusulkan pada musrenbang tingkat kota.

Pada tahap musrenbang kota, semua aspirasi yang masuk melalui musrenbang kecamatan akan ditampung bersamaan dengan usulan kegiatan dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Forum ini membahas usulan–usulan yang masuk, juga menjadi sarana dan fasilitas melakukan koordinasi antara kecamatan dengan OPD sebagai singkronisasi terhadap usulan-usulan kegiatan setiap kecamatan.

Usulan kecamatan akan dikelompokkan dan disesuaikan dengan jenis kegiatan OPD yang berwenang untuk mengakomodir usulan tersebut. Pada tahap ini OPD akan melakukan verifikasi terhadap usulan kecamatan sebelum dituangkan dalam daftar usulan kegiatan OPD.

Program atau usulan kegiatan yang telah lolos pada tahap verifikasi akan dituangkan dalam Rencana Kerja OPD. Selanjutnya dituangkan dalam pagu anggaran RAPBD yang lalu diusulkan ke DPRD untuk disahkan menjadi Perda APBD. [adv]

(Visited 456 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *