119 Murid Difabel SMP di Kota Tangerang Terancam Putus Sekolah

TANGERANG [ProBENTENG] – Sedikitnya 119 murid difabel tingkat SMP di Kota Tangerang harap-harap cemas untuk melaju ke jenjang pendidikan tingkat SMA. Pasalnya sekolah inklusi tingkat SMA belum ada di Kota Tangerang.
Hal itu dikatakan Nurjanah, Pengurus Yayasan Disabilitas Mandiri Indonesia (YDMI) saat berbincang hangat dengan awak media di Ruang Rapat Bappeda Kota Tangerang, Lantai 4 Gedung Puspem Kota Tangerang, Senin (8/5/2023).
Diketahui sekolah inklusi adalah sekolah umum yang juga memberikan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Di sekolah ini, baik anak yang berkebutuhan khusus maupun tidak, akan belajar di kelas yang sama dan mendapat pendidikan yang serupa.
Data dihimpun YDMI tercatat bahwa di Kota Tangerang terdapat pelajar difabel SD sebanyak 388 murid dan pelajar difabel SMP berjumlah 119 murid. Semua murid tersebut saat ini mengenyam pendidikan di sekolah inklusi di Kota Tangerang.
“Sementara sekolah inklusi di Kota Tangerang baru ada di tingkat SD dan tingkat SMP, sedangkan di tingkat SMA belum ada. Dengan demikian murid-murid lulusan SMP itu kemungkinan bisa putus sekolah,” ujar Nurjanah.
Diinformasikan YDMI merupakan wadah dari komunitas disabilitas sejak tahun 2013 ini telah banyak melakukan kegiatan positif dalam memperjuangkan hak-hak penyandang kaum Difabel agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan disabilitas.
Organisasi yang sudah tercatat resmi pengesahannya di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik indonesia sejak tahun 2013 ini pun terus berjuang dalam mewujudkan harapan para difabel untuk menata masa depan yang lebih baik lagi ke depannya. [ron]
![]()
