Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Asthara Skyfront City, Pilihan Hunian Strategis Dekat Bandara Soetta

TANGERANG [ProBENTENG] – Bagi masyarakat yang tengah mencari tempat tinggal dengan akses mudah, Asthara Skyfront City bisa menjadi pilihan menarik.

Asthara Skyfront City hadir sebagai kota mandiri besutan Asthara Group dengan total pengembangan mencapai 1.100 hektare. Proyek ini berada tepat di kawasan Jalur Perimeter Utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Rencananya, peluncuran resmi akan berlangsung pada Juni 2025. Momen ini dipandang penting dalam mendukung mobilitas skala global sekaligus mendorong kemajuan ekonomi nasional.

“Proyek ini dibangun sebagai ruang urban modern yang menggabungkan hunian, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis dengan konsep konektivitas serta keberlanjutan yang bisa dinikmati lintas generasi,” ungkap CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, Jumat (16/5/2025).

Supardi menjelaskan, konsep yang diusung berupa super klaster, terbagi dalam lima distrik dengan masing-masing memiliki pusat kota sendiri.

“Selain tempat tinggal, akan dibangun juga pusat kuliner, mal, rumah sakit, sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya,” tambahnya.

Proyek pertama yang akan dirilis adalah super klaster THE FLORITZ, mencakup area sekitar 20 hektare, terbagi menjadi empat bagian. Klaster perdana bernama ALLUREA dijadwalkan rilis pada Juni 2025.

ALLUREA dirancang sebagai hunian premium bernuansa modern, lengkap dengan teknologi smart living, area hijau, serta fasilitas komunal yang menunjang kenyamanan penghuni.

“ALLUREA menawarkan dua tipe unit, yaitu tipe 6 dan tipe 8, dengan harga mulai 900 juta,” ujar Supardi.

Hunian ini sangat cocok untuk dijadikan tempat tinggal maupun investasi jangka panjang bagi masyarakat dari berbagai kota, mulai Jakarta, Tangerang, hingga wilayah lainnya termasuk luar negeri.

Letaknya yang berdampingan langsung dengan Bandara Soetta sangat menguntungkan, terutama bagi profesi seperti pilot, awak kabin, staf maskapai, pekerja bandara, pebisnis, serta profesional yang membutuhkan mobilitas tinggi.

“Lokasinya benar-benar di sebelah bandara. Pengembang lain mungkin butuh 15-20 menit ke bandara, kami klaim nol kilometer karena berada tepat di Jalur Perimeter Utara. Saat jalan lancar, hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke bandara,” jelas Supardi. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *