Menkes & Kemenko Perekonomian Dorong Akselerasi Investasi dan Lapangan Kerja di KEK Indonesia

TANGERANG SELATAN [ProBENTENG]– Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dan Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mendorong percepatan investasi dan penciptaan lapangan kerja melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dalam Roundtable Decision bertema “KEK Akseleratif, Atraktif” yang digelar di KEK ETKI Banten (D-HUB SEZ), BSD City, Selasa (2/12/2025).
Budi Gunadi Sadikin menyoroti potensi besar industri kesehatan Indonesia. “Belanja kesehatan berpotensi naik dari Rp640 triliun menjadi Rp1.400 triliun. KEK harus menjadi pusat manufaktur alat kesehatan, farmasi, dan fasilitas kesehatan agar nilai ekonomi dan lapangan kerja tercipta di dalam negeri, bukan di luar,” tegasnya.
Susiwijono Moegiarso menekankan peran KEK dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. “KEK berperan melalui hilirisasi industri, pertumbuhan jasa, ekonomi hijau-biru, serta integrasi ke rantai pasok global,” ujarnya. Data Kemenko Perekonomian mencatat realisasi investasi kumulatif KEK hingga Juni 2025 mencapai Rp286,8 triliun.
Mulyawan Gani, Strategy Advisor KEK ETKI Banten, mengapresiasi dukungan pemerintah. “Insentif fiskal dan perizinan sederhana di KEK memperkuat daya tarik investasi jangka panjang,” ujarnya. KEK ETKI Banten yang ditetapkan Oktober 2024 fokus pada pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Forum yang dihadiri pelaku KEK, pebisnis, akademisi, dan asosiasi industri ini mengidentifikasi tantangan utama: kepastian regulasi, harmonisasi kebijakan lintas kementerian, dan penguatan peran Administratur KEK. Saat ini Indonesia memiliki 24 KEK (20.912 hektare), jauh di bawah India (375 KEK), Filipina (419 KEK), dan negara ASEAN lainnya.
Lindawaty Chandra, Kepala BUPP KEK ETKI Banten, menegaskan komitmen menciptakan ekosistem kolaboratif. “D-HUB SEZ bukan hanya kawasan bisnis, tapi platform strategis yang menghubungkan pemerintah, industri, dan akademisi,” ujarnya.
Rekomendasi forum diharapkan menjadi rujukan strategis bagi seluruh KEK di Indonesia untuk memperkuat daya saing, mempercepat investasi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. [ron]
![]()
