Warga Panunggangan Dapat Lahan TPU Baru, Gatot Wibowo Kawal Aspirasi hingga Tuntas
TANGERANG [ProBENTENG] – Kebutuhan lahan pemakaman yang mendesak di wilayah Kelurahan Panunggangan akhirnya mendapat titik terang. Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, memfasilitasi aspirasi warga hingga terealisasinya penyediaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas kurang lebih 200 meter persegi di kawasan Kampung Kosong, Kamis (5/3/2026).
Langkah ini merupakan hasil dari proses koordinasi panjang antara DPRD, masyarakat, serta pihak pengembang Alam Sutera yang berlangsung sejak 2022. Lahan tersebut kini dapat dimanfaatkan warga sebagai solusi atas keterbatasan area pemakaman yang selama ini menjadi persoalan serius.
Gatot mengungkapkan, inisiatif ini berawal dari keluhan tokoh masyarakat dan pihak kelurahan terkait kondisi TPU Sawah Dalam yang sudah tidak mampu menampung jenazah baru. TPU tersebut selama ini menjadi rujukan utama bagi warga Panunggangan Utara, Panunggangan Timur, hingga Panunggangan Induk.
“Kondisi di Sawah Dalam sudah sangat padat. Bahkan bisa dikatakan penuh, sehingga masyarakat kebingungan mencari lahan pemakaman,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan, usulan awal masyarakat sebenarnya mengarah pada lahan di sekitar pinggir tol Sawah Dalam. Namun, setelah melalui pembahasan dengan pihak pengembang, lokasi alternatif ditawarkan di belakang Tipico, Kampung Kosong, mengingat adanya rencana pengembangan di titik awal.
“Pihak pengembang melalui bagian legal dan lahan akhirnya memberikan izin penggunaan lokasi tersebut untuk kepentingan umum. Ini bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Meski demikian, Gatot menegaskan bahwa proses belum sepenuhnya selesai. Ia memastikan akan terus mengawal tahapan administrasi hibah agar memiliki kekuatan hukum yang jelas antara pengembang dan Pemerintah Kota Tangerang.
“Legalitas ini penting supaya ke depan tidak menimbulkan persoalan. Harus ada payung hukum yang jelas,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Lebih lanjut, Gatot berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi para investor lain di Kota Tangerang agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan bisnis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat sekitar.
“Kita terbuka terhadap investasi, tapi harus diimbangi dengan kepedulian sosial. Masyarakat di sekitar wilayah investasi juga perlu diperhatikan,” pungkasnya. [ron]
![]()

