Pekan Suci 2026, Paroki Tangerang Ajak Semangat Kepedulian & Keutuhan Alam
TANGERANG [ProBENTENG] – Paroki Tangerang, Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB), mempersiapkan rangkaian Pekan Suci Paskah 2026 dengan kapasitas hingga 6.000 umat dalam setiap sesi ibadah.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di gereja itu di kawasan Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Kamis (2/4/2026).
Rangkaian Pekan Suci yang menjadi puncak iman umat Kristiani ini mencakup tiga momentum utama, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Vigili, yang mengisahkan perjalanan sengsara hingga kebangkitan Yesus Kristus.
Romo Athanasius Kristiono Purwadi, Ketua Umum Paroki Tangerang, menjelaskan bahwa Paskah merupakan jantung iman Kristiani, yang memaknai pengorbanan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib dan bangkit kembali demi keselamatan umat manusia.
“Paskah adalah peristiwa kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat disalib. Ini menjadi inti iman Kristiani, bahwa Tuhan berkurban memberikan nyawa-Nya bagi manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian Pekan Suci telah dipersiapkan sejak masa prapaskah selama 40 hari sebelumnya, sebagai bentuk pendalaman iman umat.
Pada tahun ini, tema Paskah nasional mengusung “Kristus Bangkit Membarui Kehidupan Kita”, yang selaras dengan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta bertajuk “Merawat Keutuhan Alam”. Tema tersebut mengajak umat untuk tidak hanya merayakan iman secara spiritual, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sosial.
“Gereja ingin membumi. Kita melihat banyak persoalan seperti banjir, longsor, hingga konflik. Maka iman harus diwujudkan secara inklusif, dengan semangat persaudaraan dan bela rasa kepada sesama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Paskah 2026, Bernadine Lany Cucu, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan total sembilan sesi ibadah selama Pekan Suci, dengan berbagai fasilitas tambahan untuk menampung ribuan umat.
“Kapasitas kami siapkan hingga 6.000 umat per sesi, dengan penambahan area di Gedung Karya Pastoral dan halaman gereja yang dilengkapi tenda serta fasilitas pendukung,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga bekerja sama dengan aparat setempat dalam pengaturan lalu lintas dan area parkir. Sejumlah titik parkir disiapkan di sepanjang Jalan Daan Mogot, Jalan Benteng Jaya, hingga area sekitar kompleks gereja.
Selain itu, panitia turut mengimbau umat untuk menggunakan transportasi publik guna mengurangi kepadatan kendaraan selama rangkaian ibadah berlangsung.
Dalam semangat kepedulian lingkungan, Paroki Tangerang juga mengajak umat untuk mengurangi penggunaan plastik selama kegiatan berlangsung. Jemaat diimbau tidak membawa kantong plastik sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin Paskah ini tidak hanya dirayakan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk kepedulian terhadap lingkungan,” tambah Bernadine.
Melalui rangkaian Pekan Suci ini, Gereja Katolik mengajak umat untuk memperkuat nilai solidaritas, mempererat persaudaraan lintas masyarakat, serta menghadirkan iman yang hidup dalam tindakan nyata. [ron]
![]()

