Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Komisi III DPRD Kota Tangerang Dorong Event dan UMKM Jadi Mesin Baru PAD

Komisi III DPRD Kota Tangerang Dorong Event dan UMKM Jadi Mesin Baru PAD

TANGERANG [ProBENTENG] — Di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan anggaran pusat sebesar Rp402 miliar, Komisi III DPRD Kota Tangerang mendorong agar Pemkot Tangerang mulai menggeser fokus strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke sektor ekonomi riil, khususnya event dan pelaku usaha lokal.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Sumarti, menilai kegiatan berskala daerah seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga memiliki efek domino terhadap perputaran ekonomi.

“Event seperti Popda dan Porprov itu bukan hanya soal olahraga, tapi juga membuka peluang ekonomi. UMKM bergerak, hotel terisi, restoran ramai. Ini potensi yang harus kita maksimalkan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, pendekatan ini menjadi alternatif strategis di tengah keterbatasan anggaran, tanpa harus menambah beban masyarakat melalui kebijakan fiskal yang memberatkan.

Selain sektor event, Komisi III juga terus mendorong optimalisasi potensi pajak dan retribusi dari berbagai sektor usaha, termasuk restoran, hotel, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pendapatan daerah.

“Semua potensi harus digerakkan bersama. Tidak bisa parsial, tapi harus kolaboratif,” tegasnya.

Di sisi lain, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga diposisikan sebagai pilar penting dalam menopang PAD. Kinerja positif yang ditunjukkan, seperti peningkatan dividen PDAM Tirta Benteng pada 2025, menjadi sinyal optimisme ke depan.

Meski dihadapkan pada tantangan besar, Komisi III tetap menekankan bahwa strategi peningkatan PAD harus dilakukan secara bijak dan tidak membebani masyarakat kecil.

“Prinsipnya, kita cari potensi yang tidak langsung berdampak ke masyarakat. Yang kita dorong adalah sektor-sektor produktif,” jelas Sumarti.

Dengan pendekatan ini, DPRD Kota Tangerang melihat pemangkasan anggaran bukan semata hambatan, melainkan momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi lokal. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *