Berpotensi Banyak Pelanggan PDAM Tirta Benteng Galau, Tagihan Melonjak 20 Kali Lipat
TANGERANG [ProBENTENG] – Berpotensi bakal terjadi kegalauan luar-biasa dialami banyak pelanggan PDAM Tirta Benteng karena “ledakan” tagihan sampai 20 kali lipat PDAM Tirta Benteng untuk bayaran bulan Juli 2022.
Ledakan tagihan ini terjadi karena sejak 10 bulan lalu tak ada petugas pengecek meteran PDAM Tirta Benteng datang ke rumah-rumah pelanggan untuk melakukan tugas pencatatannya di setiap bulannya, sejak September 2021.
Sehingga saat petugas pengecek meter pemakaian datang mengontrol rumah ke rumah-rumah pelanggan pada Sabtu (18/6/2022), maka terjadilah perdebatan sengit soal besaran tagihan yang melonjak sangat tinggi.
Banyak pelanggan marah karena tagihan yang terjadi bisa 20 kali lipat dari besar tagihan pemakaian normalnya. Kasihan juga petugas pengecek meter pakai yang ditugaskan PDAM Tirta Benteng yang terpaksa harus mendapat komplain kasar dari para pelanggan.
“Waduh gede amat,” cetus Ny Dyah, warga Kampung Sukamanah saat diberitahu tagihan untuk bulan Juli 2022 sebesar Rp 3.230.000 oleh Syam, petugas pengecek meter PDAM.
Petugas pengecek meter menyarankan agar pelanggan yang keberatan bisa komplain ke PDAM dengan datang ke bagian rekening tagihan di Kantor PDAM Tira Benteng di Dekat Bendungan Pintu Air Sepuluh. Biasanya komplain pelanggan ditanggapi, katanya.
ALIH KELOLA
Ketakutan banyak pelanggan atas ledakan luar-biasa tagihan ini dinilai terjadi karena kesalahan pihak PDAM Tirta Benteng yang tak pernah melakukan pengecekan meter pakai sejak September 2021.
Ini bermula saat terjadinya pengalihan langganan pengelolaan air dari PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ke PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang pada pertengahan tahun 2021. Pengalihan sendiri disebabkan puluhan ribuan pelanggan PDAM Kabupaten Tangerang itu seluruhnya berdomisili di Kota Tangerang.
Namun sejak pengalihan, PDAM Tirta Benteng tak pernah melakukan pengecekan meter pakainya yang ditempatkan di rumah-rumah pelanggan. Malah disebut-sebut memakai sistem tembak murah, sehingga pada akhirnya akan terjadi ledakan tagihan luar-biasa yang pasti diresahkan pelanggannya.
Diakui pelanggan, sebelum pengalihan, biasanya mereka di antaranya membayar tagihan per bulan Rp 200 ribu-Rp 250 ribu. Setelah pengalihan turun drastis Rp 36 ribu-Rp 150 ribu. Ini tak wajar karena meter pakai tak pernah dicek. Ditakutkan saat meter pakai dicatat akan teradi ledakan tagihan. Ternyata itu, terbukti.
Padahal sebelumnya, pelalaian tugas PDAM Tirta Benteng sempat diprotes pelanggan. Namun pihak PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dinilai tidak menanggapinya.
DISOROTI DPRD
Memprihatinkannya, bahkan saat kalangan DPRD Kota Tangerang sempat pula mempertanyakan perilaku manajemen PDAM Tirta Benteng ini yang dinilai mereka tidak profesional, juga tak ditanggapi. DPRD menilai pengambil-alihan PDAM tidak dibarengi kerja profesional lanjutannya.
Fauzan Manafi Albar, Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang kepada wartawan pada 9 September 2021 mengaku telah mendapat keluhan banyak warga terkait itu. Itu akan terjadi, kata dia, karena akan terjadi akumulasi hitungan yang otomatis tagihannya akan tinggi. [cd]
![]()

