Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Bikin Macet, Warga Protes Pengalihan Jl Daan Mogot ke Jl Buroq

Pengalihan Jl Daan Mogot menjadi satu arah mendapat kecaman dari warga dan tokoh masyarakat karena menciptakan kemacetan tak karuan dan membingungkan.
Jl Buroq yang kecil harus menampung kendaraan banyak dan besar

TANGERANG [ProBENTENG] – Pengalihan Jl Daan Mogot menjadi satu arah mendapat kecaman dari warga dan tokoh masyarakat karena menciptakan kemacetan tak karuan dan membingungkan.

Diketahui Pemkot Tangerang menerapkan ujicoba pengalihan jalan, yaitu berupa pengalihan Jl Daan Mogot mulai Flyover Tanah Tinggi menjadi satu arah ke Tangerang. Sementara kendaaran menuju Jakarta dialihkan ke Jl Buroq atau biasa disebut Jl Lio Baru sejak Minggu (20/2/2022).

Akibatnya penumpukan kendaraan terjadi di Jl Buroq dan mengakibatkan kemacetan parah, terutama di pagi dan sore hari.

Baca Juga: MESKI DIPROTES, PASAR TANAH TINGGI TAK BISA DITUTUP

Wawan Anwar, tokoh masyarakat Cimone Jaya, menilai kebijakan tersebut tidak tepat karena Jl Buroq lebarnya kecil, sementara beberapa kendaraan yang lewat ada yang memiliki tonase besar.

“Seharusnya Pemkot Tangerang terlebih dahulu mempersiapkan infrastruktur jalan yang baik. Jalan Buroq yang menjadi peralihan arus kendaraan kapasitasnya tak sesuai untuk dilewati kendaraan bertonase besar seperti kontainer,” ujarnya

Sebelumnya sejumlah akun di media sosial juga diramaikan netizen yang memprotes kebijakan satu arah karena mengakibatkan kemacetan parah. Bahkan akun instagram Humas Perumdam Tirta Benteng memposting adanya gangguan pecah pipa di Jl Buroq pasca peralihan jalur ini.

Akibatnya layanan air bersih terganggu ke wilayah Jl Buroq dan ke Perumahan PAP.

Baca Juga: SEPAKAT TATA JL KISAMAUN, KANAN TUK PEDAGANG, KIRI TUK LEWAT MOTOR-MOBIL

Wahyudi Iskandar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, mengatakan pihaknya terbuka menerima saran dan kritik atas penerapan sistem pengalihan jalan ini.

“Prinsipnya saran dan masukan tetap diterima. Kita coba simulasi satu bulan ini.”
Untuk itu kata Wahyudi selama satu bulan penerapan simulasi uji coba ini tak menutup kemungkinan ada model sirkulasi lalu lintas yang diubah.

Ditambahkan alasan mendasar diterapkannya sirkulasi lalu-lintas di Jalan Daan Mogot disebabkan adanya beban volume kendaraan yang cukup tinggi. “Kita coba urai, analisa mengurangi volume beban Daan Mogot mudahan-mudahan sirkulasi perjalanannya bisa lancar dengan menggunakan arus kendaraan di Buroq,” pungkasnya. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *