Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Bincang Ramadan Pokja WHTR, Ketua DPRD Soroti Tantangan PAD Kota Tangerang

TANGERANG [ProBENTENG] – Suasana hangat penuh diskusi mewarnai kegiatan Bincang Ramadan yang digelar Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) di Sekretariat Pokja WHTR, Jalan Perintis Kemerdekaan No.38A, Babakan, Kota Tangerang, Selasa (3/3/2026).

Hadir dalam forum tersebut Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam bersama Anggota DPRD Kota Tangerang Mustofa Kamaludin. Kegiatan yang dipandu Ketua Panitia Hendra Wibisana itu berlangsung santai namun sarat gagasan, sembari menanti waktu berbuka puasa.

Dalam pemaparannya, Rusdi mengingatkan pentingnya prinsip perbaikan berkelanjutan. Ia menyebut, Kota Tangerang memang kerap meraih penghargaan, namun di balik itu terdapat tantangan besar, khususnya dalam menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, sebagai kota penyangga dengan wilayah yang hampir seluruhnya terbangun, Kota Tangerang kini menghadapi keterbatasan ruang ekspansi. Sumber PAD seperti PBB, BPHTB, serta pajak hotel dan restoran memang relatif kuat karena karakter wilayah perkotaan. Namun, potensi pengembangan lahan baru untuk mendongkrak pendapatan dinilai semakin terbatas.

Rusdi mencontohkan perbandingan capaian BPHTB dan PBB dengan daerah lain yang masih memiliki lahan luas. Di Kota Tangerang, PBB berkisar 570 miliar dan BPHTB sekitar 600 miliar, sementara di daerah dengan pengembangan lahan yang lebih besar, capaian BPHTB bisa jauh lebih tinggi.

Ia juga menyinggung retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini tidak lagi sebesar masa lalu. Jika sebelumnya retribusi IMB pernah mencapai ratusan miliar, saat ini target puluhan miliar saja sudah terasa berat karena keterbatasan lahan.

“Sehebat apa pun perencanaan pembangunan, pada akhirnya tetap membutuhkan anggaran untuk direalisasikan,” ujarnya.

Meski demikian, Rusdi menegaskan DPRD bersama eksekutif terus mencari formulasi agar PAD tetap optimal tanpa membebani masyarakat. Forum seperti Bincang Ramadan ini, menurutnya, menjadi ruang penting untuk berdiskusi terbuka dan merumuskan solusi bersama.

Kegiatan pun ditutup dalam suasana akrab, menegaskan bahwa tantangan pembangunan Kota Tangerang hanya dapat dijawab dengan sinergi, transparansi, dan semangat untuk terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *