Diduga: Disemprot DPRD, PDAM TB Grebek Kampung Sukamanah
TANGERANG [ProBENTENG] – Ada informasi yang mengejutkan yang bikin shock pelanggan PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang. Ternyata, petugas pencatat meter pelanggan terbilang sedikit jumlahnya.
“Jumlah petugasnya, ya tidak lebih dari 25 orang…” tutur satu pencatat meter yang mengaku bersama sejumlah teman-teman diminta manajemen untuk “grebek” rumah-rumah pelanggan di Kampung Sukamanah pada Kamis (19/10/2023).
Grebek itu dilakukan ke rumah-rumah pelanggan di Jl Sukamanah I, Jl Sukamanah V, Jl Sukamanah III, Jl Sukamanah IV, dan Jl Sukamanah Jaya. “Temen-temen sekarang lagi grebek…” katanya yang sengaja tak dikutip namanya khawatir kena tegur manajemen PDAM TB.
Target satu petugas dalam sebulan 2.000-3.000 pelanggan, kata petugas itu. Kalau dikalikan 25 petugas, ya cuma sekian.
Diinformasikan, petugas pencatat PDAM TB yang sebelumnya datang kerumah pelanggan terjadi 2 bulan lalu, yang disusul terjadi ledakan tagihan sampai 4-8 kali lipat.
Lalu, pencatatan di bulan September tak ada, kini di tanggal 19 Oktober, petugas datang lagi dan tagihan kembali meledak bisa 2-3 kali lipat pemakaian normal.
“Repot beneeeer…” cetus Ny Dyah, pelanggan di Jl Sukamanah Jaya. Sebab sebelumnya karena tak dicatat, tagihan September hanya Rp 20.000, kini meledak lagi menjadi Rp 700 ribu.
Kualitas air ledeng kucuran PDAM TB sendiri masih kecil dan keruh, sehingga menyusahkan pelanggan.
GREBEK PDAM
ProBENTENG menduga kondisi “Grebek PDAM” ini terkait adanya pemberitaan yang mengutip Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Tengku Iwan Jayasyahputra yang mengecam buruknya layanan PDAM TB. (Tayangan ProBENTENG 13 Oktober 2023).
Tengku Iwan mengatakan air bersih adalah kebutuhan vital masyarakat karenanya jika ada kendala akan berakibat fatal bagi mereka. “Harus ada langkah konkret dari PDAM untuk mengatasi persoalan buruknya layanan air bersih ini,” katanya.
Tengku Iwan mengakui memang ada kemungkinan akibat musim kemarau. Tetapi, harus ada antisipasi yang membantu masyarakat.
Apalagi, dia mendengar persoalan ini disebabkan adanya pengalihan pengelolaan air ledeng di jantung Kota Tangerang dari sebelumnya bekerjasama dengan PDAM TKR Kabupaten Tangerang, yang lalu dialihkan hanya dikelola PDAM TB.
Diisyaratkan, kalau memang untuk mengatasi persoalan itu perlu bekerjasama kembali dengan PDAM TKR Kabupaten Tangerang, ya harus dipertimbangkan sikap itu. Jangan menyusahkan masyarakat Kota Tangerang, kan perusahaan daerah memiliki fungsi sosial untuk membantu masyarakat. [cd]
![]()

