Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

KH Chairuddin Wafat, Pokja WHTR Kehilangan Sosok Guru dan Pengayom Wartawan

KH Chairuddin Wafat, Pokja WHTR Kehilangan Sosok Guru dan Pengayom Wartawan
KH Chairuddin ((alm) saat memimpin pengajian rutin Pokja WHTR, sebulan lalu.

TANGERANG [ProBENTENG] – Kabar duka datang dari Kota Tangerang. KH Chairuddin bin H. Serin Mukhtar, meninggal dunia pada Selasa (3/11/2026) pukul 14.25 WIB.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan jemaah Masjid Raya Al-Azhom, tetapi juga kalangan insan pers yang selama ini mengenalnya sebagai sosok guru, orang tua, sekaligus pengayom.

Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya (WHTR), Mus Mulyadi, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya ulama yang selama ini dekat dengan keluarga besar organisasi wartawan tersebut.

Menurut Mus, KH Chairuddin memiliki peran penting dalam pembinaan keagamaan para jurnalis. Setiap Senin malam, almarhum rutin memimpin kegiatan taklim dan pengajian yang diikuti anggota Pokja WHTR.

“Keluarga besar Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya merasa sangat kehilangan. Beliau bukan hanya sebagai guru, namun juga orang tua bagi kita semua di Pokja WHTR yang setiap hari Senin malam memimpin taklim pengajian,” ujarnya.

Kedekatan almarhum dengan para wartawan juga terlihat melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial. KH Chairuddin kerap mendukung kegiatan Pokja WHTR, mulai dari santunan anak yatim hingga buka puasa bersama.

Bagi Mus, nasihat yang disampaikan almarhum menjadi bekal penting bagi para jurnalis dalam menjalankan profesinya. KH Chairuddin selalu mengingatkan agar wartawan menjaga independensi, kejujuran, dan integritas dalam menghasilkan karya jurnalistik.

“Beliau selalu memberikan ilmu dan mengingatkan kita semua untuk memberikan berita independen, jujur, dan tidak berpihak kepada siapa pun. Dan yang sering sekali beliau sampaikan adalah dalam kondisi apa pun saat sedang meliput atau bekerja, untuk tidak pernah sekalipun meninggalkan salat lima waktu,” kenang wartawan Radio Elshinta tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum meninggal dunia, KH Chairuddin sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Primaya sejak Selasa (27/10/2026) pagi. Kondisi kesehatannya dilaporkan menurun hingga kritis dan tidak sadarkan diri pada Senin (2/11/2026).

Almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Darma Bakti Nomor 19, RT 01/RW 04, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Kepergian KH Chairuddin meninggalkan kenangan dan pesan mendalam bagi keluarga besar Pokja WHTR. Nasihat tentang kejujuran dalam pemberitaan, keberpihakan pada kebenaran, serta kewajiban menjaga salat lima waktu menjadi nilai yang akan terus dikenang oleh para wartawan yang pernah mendapat bimbingannya. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *