Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

New Normal, New Hope, Asalkan…

“SIAP-siap dulu aja pak…” kalimat pendek itu meluncur dari mulut seorang pedagang  HP baru-bekas di satu kios di ITC Serpong, Sabtu 13 Juni 2020, ketika kutanya apakah kiosnya sudah buka karena kulihat kios miliknya masih berantakan.

Namun, dasar pedagang, ketika kutambah pertanyaan, apakah ada Casing A50 Samsung? Dia main nyanggupi aja, “ada pak!” Lalu, dia mengamati respon wajahku yang terdiam beberapa detik, tetapi cukup memberi arti baginya, aku mau.

“Entar saya ambilin ya…” katanya kepadaku yang sebenarnya hanya mengantar isteri yang ingin membeli bungkus HP model dompet. Belum juga bulet kujawab ya, dia sudah nambahin omongannya, “duduk dulu pak, bu, saya ambilin, cepet kok. Semua warna ada…”

Praktis aku hanya bisa mesem doang jadinya. Benar tak lama dia datang membawa 5 casing dompet HP Samsung A50 berragam warna. Merasa cocok, mulailah tawar-tawaran harga, layaknya di dunia perdagangan. Dia buka harga Rp 150 ribu, “bahannya dari kulit.” Isteriku tawar Rp 80 ribu, “tawaran kamu mah masih mahal.” Akhirnya harga median yang disepakati, semua senang dan tersenyum.

Sejurus kemudian, pria muda pemilik kios HP itu, berujar, “benar-benar panglaris nih pak. Sebab sudah 2 bulan kios tutup, karena lockdown…” katanya kepadaku yang awalnya sempat kaget, tetapi akhirnya tersadar semuanya juga tutup karena PSBB Kota Tangsel.

Lalu dia mengulang kalimat di awal tulisan ini, “sekarang ya siap-siap dulu aja, sebelum dibuka Senin besok (maksudnya Senin 15 Juni 2020).” Aku manggut-manggut sambil membatin memang kasihan pedagang ini bersama teman-temannya yang terpaksa tak bisa cari untung berniaga selama 2 bulan.

Padahal, kayaknya, dia punya 3 anak buah. Sehingga penglaris pertama sejak dua bulan lalu dari aku dan isteri, benar-benar disyukurinya. “Waw, dahsyat kali Pandemi Covid-19…” batinku berlogat ala Suku Batak.

Lalu aku bersama isteri, setelahnya, menerobos lorong-lorong di jejeran kios-kios yang bersiap-siap buka. Aku melihat wajah-wajah cerah dari pemilik kios dan anak buahnya.

Kegairahan menyongsong New Normal yang ditandai dengan mulai dibukanya kios-kios perdagangan di ITC mulai Senin 15 Juni 2020, terlihat kental di area itu. Hanya saja, sebagian dari orang-orang yang sibuk dengan kegembiraan itu, tak memakai masker atau maskernya hanya digantung di bawah mulutnya. “Heh,” batinku.

Selepas dari ITC Serpong, aku meluncur ke Pertokoan Jl Kiasnawi di Pusat Kota Tangerang. Kali ini, isteri ingin membeli sepatu karena sol sepatu kerjanya yang lama sudah menipis. Memasuki area parkir Jl Kiasnawi, terlihat pula kegairahan pedagang kaki-5, pedagang gorengan, pemilik toko berragam komoditas, sampai senyum mengembang si tukang parkir liar.

Lagi-lagi, sebagiannya tak memakai masker atau maskernya dibiarkan berada di bawah mulutnya, kayaknya biar lebih enak menghela napas. Sekali lagi, aku hanya bisa membatin, “heh!”

“Terus maju, sedikit lagi pak…” aku dikejutkan pria setengah tua, si tukang parkir dengan suara tertahan masker yang dipakainya, saat memarkirkan mobilku di tepian jalan yang berdekatan dengan toko sepatu.

Ketika aku keluar mobil, dia tersenyum bagai mempersilakan aku untuk berbelanja di kawasan itu. “Senang betul tukang parkir ini…” batinku sampai-sampai kedatanganku seolah mendapat penghargaan besar dari dirinya.

Ketika isteri asyik memilih sepatu di rak-rak yang ada, aku sempat bertanya pada wanita muda, penjaga toko sepatu, yang juga melepas maskernya, “baru buka atau sejak Ramadhan sudah buka.”

Pertanyaan ini aku ajukan karena mendapat feeling toko sepatu ini rasanya tetap buka menjelang Lebaran karena peminat membeli sepatu sangat tinggi menjelang Lebaran.

Ternyata tebakan perasaanku benar, kata dia, “kita tetap buka pak sejak Ramadhan.” Namun segera disambungnya dengan nada sedih, “tetapi pembelinya sedikit, mungkin takut Corona.”

Setelah ba-bi-bu, beli sepatu jadi. Maka aku dan isteriku pun pulanglah ke rumah, namun sebelumnya mampir ke pedagang bakso untuk beli dibungkus, sesuai anjuran pemerintah sebaiknya tidak makan di lokasi dagangan.

Lalu kulirik lokasi pedagang bakso yang menyewa di pavilun rumah warga seluas 8 M x 6 M. Ternyata banyak juga warga bersama keluarga, teman, atau pacarnya, tengah menyantap bakso di lokasi. “Waw…” seru hatiku sambil berpikir apakah mereka enggak takut sebaran Virus Covid-19.

“Biarlah itu urusan mereka,” batinku hingga aku sampailah rumah dan mendapati kabar kubaca dari media-massa online, bahwa Gubernur Banten menetapkan PSBB di Tangerang Raya diperpanjang 14-28 Juni 2020. Bahkan, kabarnya, potensi perpanjangan PSBB bakal terus diberlakukan, sampai ditemukan dan diproduksi massal Vaksin Anti Corona.

Tetapi sesuai perintah pemerintah pusat, diiisyaratkan, PSBB perpanjangan yang dilakukan juga dibarengi dengan kesiapan penerapan New Normal alias Kenormalan Baru, yang membolehkan fasilitas umum dibuka kembali secara bertahap, dengan penerapan Protokol Kesehatan Cegah Corona.

“Wah, gimana nih…” batinku kemudian mengingat masih relatif rendah kesadaran masyarakat Tangerang Raya menerapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19, yang gambaran gamblangnya kulihat mulai dari ITC, Pertokoan Jl Kiasnawi, sampai pedagang bakso.

Namun aku masih berucap syukur kepada Illahi Robbie, ternyata Ruangan Service Centre Samsung di ITC menjaga ketat protokol kesehatan di lokasinya. Semua pengunjung harus memakai masker dan duduk menunggu berjaga-jarak. Termasuk aku dan isteriku yang datang untuk memperbaiki HP Samsung A50 milik isteriku yang retak pelapis LCD-nya.

Sejurus kemudian, aku mempunyai gambaran masih banyak juga pemilik usaha, perkantoran swasta, pusat-pusat perniagaan, industri-industri yang mau secara ketat menerapkan protokol kesehatan. “Bila semua tak mau mematuhi aturan, ya new normal rasanya bisa saja dibatalkan pemerintah pusat, dan kembali cari untung sulit, hidup pun tambah susah.”

Semoga saja tidak, ya! ***

(Visited 64 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *