Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Perpanjangan PSBB 1-14 Juni, Kudu Dibarengi Penegakan Aturan

TANGERANG [ProBENTENG] – Dimulai Senin 1 Juni 2020 ini, Gubernur Banten menetapkan perpanjangan PSBB di Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan selama 14 hari, 1-14 Juni 2020.

Penetapan itu diputuskan Gubernur Banten H Wahidin Halim melalui SK Gubernur Banten No 443/Kep.161-Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SK yang ditandatangani 31 Mei 2020 pun menetapkan perpanjangan PSBB dapat diperpanjang kembali, jika masih terdapat bukti penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Lalu, diserukan SK itu, Pemkab Tangerang, Pemkot Tangerang, dan Pemkot Tangerang Selatan wajib melaksanakan PSBB di wilayahnya. Ketiga pemerintahan daerah itupun harus melaksanakan PSBB secara konsisten, mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat.

Sementara waktu penetapan perpanjangan pelaksanaan PSBB di wilayah masing-masing ditetapkan oleh bupati dan walikota. Terkait waktu dimulai dan lamanya operasional check-point (tempat pemeriksaan) di wilayah kabupaten/kota se-Tangerang Raya pun diatur oleh bupati dan walikota masing-masing.

TEGAS ATURAN

Menanggapi perpanjangan PSBB sendiri, warga Kota Tangerang menilai memang masih diperlukan tetapi dengan lebih tegas dilakukan penegakan aturannya oleh Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tangerang. “Sebab bila hanya perpanjangan PSBB, tanpa ketegasan sanksi bagi pelanggarnya, ya hasilnya kurang maksimal,” cetus Haru, warga Sukasari.

Sebab sampai akhir Mei 2020, masih terlihat banyak warga kumpul-kumpul di tepi-tepi jalan dan lalulalang di jalan-jalan protokol tanpa memakai masker serta mengabaikan social dan physical distancing. Lalu, para pedagang makanan masih tanpa memakai sarung tangan, meskipun memakai masker.

Para petugas penegak aturan PSBB sendiri tak banyak terlihat berpatroli di lokasi-lokasi semestinya dipantau, semisal jalan-jalan protokol, tempat jajan dan toko yang masih buka, serta di pasar tradisisonal.

“Gambaran ini juga terlihat di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” tambah Sigit, warga yang seringkali hilir-mudik di 2 daerah itu. [ch djamal/cdjamal@yahoo.com]

(Visited 60 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *