Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Polres Geser 2.188 Personel Amankan Lokasi Pilkades Serentak

TANGERANG [ProBENTENG] – Aman dan lancarkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 77 desa di Kabupaten Tangerang pada Minggu 10 Oktober 2021, jajaran Polresta Tangerang siap menyebar sedikitnya 2.188 personel pengamanannya.

Pergeseran pasukan pengamanan ini diawali Apel Pergeseran Pasukan Operasi Aman Pilkades Maung 2021 di Lapangan Maulana Yudha Negara kawasan Puspemkab Tangerang, Sabtu (9/10/2021).

Pada apel hadir Wakapolresta Tangerang AKBP Leonard M Sinambela, Kabag Binops Biro Ops Polda Banten AKBP Afrizal, Kaur Binops Dit Samapta Polda Banten AKBP Syamsul, Danyon C Resimen 1 Kompol Eko Budiman, Danyon B Brimobda Polda Banten Kompol Septiono, Danyon C Brimobda Polda Banten Kompol Julianur Sidik Sarbini, para pejabat utama Polresta Tangerang dan para kapolsek jajaran.

“Apel pergeseran pasukan ini diselenggarakan untuk mengecek kesiapan akhir pengamanan pilkades, terutama terkait kekuatan personel, kelengkapan peralatan, sarana-prasarana, dan kesiapannya,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro yang menjadi inspektur apel.

Dikatakan secara keseluruhan di Kabupaten Tangerang akan dilaksanakan pilkades di 77 desa. Sedangkan yang masuk ke wilayah hukum Polresta Tangerang sebanyak 64 desa di 18 kecamatan. Untuk jumlah pemilih tetap sebanyak 404.086 orang yang akan menggunakan hak suara di 953 TPS.

“Personel Polri yang ditugaskan pengamanan sebanyak 2.080 personel, terdiri 700 personel dari Polresta Tangerang, 1.080 personel BKO Polda Banten, dan serta 300 personel Brimobda Banten dan dibantu oleh satuan TNI serta linmas,” papar Wahyu.

Disebutkan hal yang perlu diantisipasi, di antaranya adalah potensi sabotase, teror bom, perusakan, pembakaran TPS, pengamanan kotak suara dan surat suara, serta pengamanan sarana-prasarana pendukung lainya.

Selain itu, juga perlu diantisipasi kemungkinan adanya intimidasi kepada panitia, petugas pilkades, dan kepada pemilih yang hendak menggunakan hak pilihnya. Juga kemungkinan adanya money politic atau sering disebut dengan istilah ‘serangan fajar’. Kemudian kemungkinan adanya pemilih ganda, pemilih yang sah tidak terdaftar, penggunaan kartu pemilih milik orang lain.

“Serta provokasi dari oknum-oknum tertentu untuk menggagalkan jalanya pilkades dan potensi-potensi kerawanan yang lain sampai dengan penghitungan suara serta pengiriman kembali logistik ke kabupaten,” tutur Wahyu.

Kapolres berharap, personel pengamanan peka dan tanggap terhadap gejala-gejala yang muncul serta dapat mengambil langkah-langkah yang cepat, tepat, dan profesional dalam penanganan. Seluruh jajaran memiliki tanggung-jawab untuk mengawal terselenggaranya pilkades yang aman dan damai.

“Oleh karena itu, saya mengajak kepada semua pihak secara tekun dan aktif mengikuti perkembangan situasi dan jangan menganggap remeh masalah sekecil apapun,” ucap Wahyu. [cd]

(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *