Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Sambut HUT ke-33, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Catur Pelajar, Walikota Kalah Tapi Bangga

Walikota Tangerang H. Sachrudin sedang serius mempertimbangkan langkah dalam pertandingan eksibisi melawan siswi SD, Inara, di sela-sela Lomba Catur Pelajar.

TANGERANG [ProBENTENG] – Sebuah momen tak terduga terjadi dalam gelaran Lomba Catur Pelajar di SMPN 6 Kota Tangerang, Selasa (10/2/2026). Walikota Tangerang H. Sachrudin, yang turun langsung memberi semangat, justru harus mengakui keunggulan strategi seorang peserta muda.

“Saya ketipu. Ster (Ratu) saya kemakan,” ujar Sachrudin sambil tersenyum, setelah kalah dalam pertandingan eksibisi melawan Inara, seorang siswi kelas 5 SD yang menjadi peserta lomba. Kekalahan ini justru dia sambut dengan bangga dan dijadikan bukti nyata potensi besar yang dimiliki generasi muda kota.

Momen Kekalahan yang Membanggakan
Interaksi spontan antara Walikota Sachrudin dan siswi Inara menjadi highlight acara. Walikota tidak hanya memberikan sambutan, tetapi terjun langsung merasakan gelora kompetisi dan kualitas para peserta.

“Tadi luar biasa dia ini kemampuannya. Ini adalah upaya kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk berprestasi sekaligus melatih ketenangan dan strategi berpikir,” pungkas Sachrudin, yang mengaku terkesan.

Diinformasikan Lomba Catur Cepat tingkat SD dan SMP ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Acara ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah talent scouting (pemantauan bakat) untuk mencari atlet catur masa depan.

Pembinaan Jangka Panjang untuk Cetak Juara Nasional
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menjelaskan bahwa 131 peserta yang bertanding adalah yang terbaik hasil seleksi ketat di tingkat kecamatan. Komitmen Pemkot tidak berhenti di pemberian piala dan uang pembinaan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) untuk pembinaan berkelanjutan,” tegas Wahyudi. Peserta terpilih akan dibina secara serius untuk kemudian diorbitkan mewakili Kota Tangerang di kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.

Strategi ini menunjukkan pergeseran paradigma: prestasi non-akademik mendapat porsi dan dukungan serius. Selain catur, lomba Storytelling juga digelar untuk merangsang minat dan bakat lain di kalangan pelajar.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi olahraga nasional seperti Percasi, langkah kecil di papan catur ini diharapkan bisa melompat jauh. Kota Tangerang tidak hanya mencari pemenang lomba hari ini, tetapi sedang menyiapkan calon-calon grandmaster masa depan yang akan mengharumkan nama kota di kancah yang lebih besar. [adv]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *