Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Setahun Sachrudin–Maryono, Program 3G Tunjukkan Dampak Nyata bagi Warga Kota Tangerang

Walikota Tangerang H SAchrudin saat memberikan KIA kepada salah satu anak.

TANGERANG [ProBENTENG] – Tepat satu tahun sejak dilantik, kepemimpinan Walikota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Walikota Tangerang H. Maryono memasuki fase evaluasi publik. Program unggulan 3G, Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako, yang menjadi fondasi arah kebijakan sepanjang 2025, kini mulai menunjukkan hasil terukur, baik dari sisi statistik makro maupun dampak langsung di masyarakat.

Data diperoleh, di sektor pendidikan, pilar Gampang Sekolah berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia Kota Tangerang naik dari 81,53 poin pada 2024 menjadi 82,41 poin di 2025. Angka Harapan Lama Sekolah juga meningkat dari 13,90 tahun menjadi 13,96 tahun.

Pemkot Tangerang memperluas akses pendidikan melalui kemitraan dengan sekolah swasta gratis di 65 SD/MI dan 74 SMP/MTs. Komitmen inklusivitas diwujudkan lewat 53 SD dan 17 SMP inklusi yang didukung BOSDA Inklusi bagi 1.298 siswa disabilitas. Bantuan Beasiswa Tangerang Cerdas menjangkau 10.446 siswa SD dan 5.000 siswa SMP, serta bantuan Rp6 juta untuk 576 mahasiswa kurang mampu. Layanan transportasi pelajar gratis seperti Bus Tayo dan Si Benteng turut menjadi penopang akses pendidikan.

Pada sektor ketenagakerjaan, Gampang Kerja mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen. Sepanjang 2025, sebanyak 2.034 pencari kerja terserap melalui Job Fair dan 6.206 lainnya melalui 116 Bursa Kerja Khusus. Program On The Job Training di 11 perusahaan menyerap 430 calon tenaga kerja, menciptakan skema link and match antara dunia pendidikan dan industri. Bahkan, kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia membuka peluang kerja hingga ke luar negeri.

Wakil Walikota Tangerang H. Maryono saat memimpin Rapat TPID.

Sementara itu, Gampang Sembako atau Gampang Pangan Murah menjadi penyangga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program ini digelar di 13 kecamatan dan efektif menahan laju inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan. Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang naik dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen, diikuti penurunan angka kemiskinan dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.

Gerakan urban farming turut memperkuat ketahanan pangan lokal. Sebanyak 76 Kelompok Wanita Tani memproduksi lebih dari 100 ribu polybag tanaman hortikultura serta ratusan ribu ekor ikan nila dan lele. Di sektor pertanian, 7 kelompok tani mengelola 98 hektare lahan dengan produksi mencapai 846 ton beras sepanjang 2025.

Di luar 3G, setahun kepemimpinan ini juga diwarnai 82 penghargaan tingkat provinsi hingga nasional, rehabilitasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni, pembangunan 23 Graha Kita Bersama, serta perbaikan 622 ruas jalan lingkungan.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaedy, menilai program 3G bukan sekadar slogan. Ia mencatat sejak awal kepemimpinan, kebijakan langsung dieksekusi di lapangan. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penguatan pemberdayaan agar masyarakat tidak bergantung pada subsidi semata.

Walikota Sachrudin dalam beberapa kesempatan acara sering menegaskan bahwa pembangunan adalah kerja kolaboratif. Evaluasi akan terus dilakukan agar manfaat program makin merata dan berkelanjutan.

Data makro yang membaik menjadi indikator awal bahwa arah kebijakan telah berada di jalur yang tepat. Tantangan masih ada, namun fondasi telah diletakkan. Kini publik menanti langkah lanjutan agar program 3G tidak hanya menjadi capaian satu tahun, tetapi menjadi gerak panjang menuju Kota Tangerang yang semakin inklusif, produktif, dan berdaya saing. [adv]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *