kpu kota tangerang




Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Wakil Ketua DPRD Kecam Buruknya Layanan PDAM TB di Jantung Kota Tangerang

PDAM TB mengakui adanya ledakan tagihan bulanan pelanggannya akibat petugas pencatat meter lalai mencatat pemakaian air pelanggan.

TANGERANG [ProBENTENG] – Buruknya pelayanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) biasa disebut PDAM Tirta Benteng (TB) kepada warga di sejumlah kampung di jantung Kota Tangerang dikecam DPRD Kota Tangerang.

Diketahui layanan air bersih di jantung kota itu, di antaranya di Kampung Sukamanah, Sukabakti, Sukahati, dan beberapa kampung lainnya mendapat gangguan pelayanan. Aliran air terkucur kecil dan keruh, sehingga warga di beberapa kampung itu sulit beraktivitas sehari-harinya.

Kejadian ini telah berlangsung beberapa bulan belakangan ini. Warga yang pelanggan PDAM TB sudah berulangkali menyampaikan protesnya, baik secara langsung maupun melalui medsos dan pemberitaan media massa, tetapi manajemen PDAM TB terkesan mengabaikannya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan Jayasyahputra, kemarin, mengatakan air bersih adalah kebutuhan vital masyarakat karenanya jika ada kendala akan berakibat fatal bagi mereka. “Harus ada langkah konkret dari PDAM untuk mengatasi persoalan buruknya layanan air bersih ini.”

Tengku Iwan mengakui memang ada kemungkinan akibat musim kemarau. Tetapi, harus ada antisipasi yang membantu masyarakat.

Apalagi, dia mendengar persoalan ini disebabkan adanya pengalihan pengelolaan air ledeng di jantung Kota Tangerang dari sebelumnya bekerjasama dengan PDAM TKR Kabupaten Tangerang, yang lalu dialihkan hanya dikelola PDAM TB.

Diisyaratkan, kalau memang untuk mengatasi persoalan itu perlu bekerjasama kembali dengan PDAM TKR Kabupaten Tangerang, ya harus dipertimbangkan sikap itu. Jangan menyusahkan masyarakat Kota Tangerang, kan perusahaan daerah memiliki fungsi sosial untuk membantu masyarakat.

LEDAKAN TAGIHAN
Tidak hanya itu, kendala pelayanan buruk lainnya, yaitu adanya ledakan tagihan bulanan rekening air yang diderita banyak pelanggan di banyak kampung yang mencapai angka jutaan rupiah sehingga memberatkan masyarakat.

Hal itu ditengarai akibat kelalaian petugas pencatat meter air yang hanya datang ke rumah warga hampir setahun sekali. Inipun ditengarai karena PDAM TB kekurangan banyak tenaga pencatat meter.

Jadi setiap bulannya pihak Perumda TB main tembak angka meteran rata-rata, akibatnya ketika petugas pencatat meter air datang berikutnya ke rumah warga maka terjadi lonjakan tagihan. Ledakan itupun dipicu skema tarif progresif yang digunakan Perumda TB.

“Soal tagihan yang melonjak ini, PDAM harus segera memberikan penjelasan kepada warga, khususnya yang terdampak. Secara umum bisa diterangkan atau disosialisasi jika memang ada kebijakan kenaikan. Gunakan kanal-kanal media karena penjelasan adalah bagian dari pelayanan,” ungkap Tengku Iwan.

Sebelumnya Syarif Hidayat, Humas PDAM Tirta Benteng (TB) memberi alternatif penyelesaiannya. Pelanggan yang mengalami “ledakan tagihan” bisa mendatangi Kantor PDAM TB di Komplek PU Prosida, Bendungan Pintu 10, Neglasari, Kota Tangerang mengajukan cicilan pembayaran. [ron/cd]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *