Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

DPRD Respon Aduan Warga Koang Jaya Terkait Makam Wareng

Warga Koang Jaya saat memprotes eksekusi lahan Makam Wareng, Selasa (15/10/2019). *

TANGERANG [ProBENTENG] – DPRD Kota Tangerang merespon surat aduan warga sekitar Makam Wareng di Kelurahan Koang Jaya yang sebagian makam tersebut tergusur untuk proyek pembangunan jalan oleh Pemkot Tangerang.

H Junadi, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang mengatakan pihaknya siap merespon dan akan menjadwalkan pertemuan antara pihak-pihak terkait untuk mendapatkan keterangan dan mencari jalan keluar terbaik.

“Nanti kita atur jadwalnya, pasalnya Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang sedang banyak kegiatan,” ujarnya melalui pesan WA, Rabu (16/10/2019) malam.

Diketahui sebelumnya, Selasa (15/10/2019), warga Koang Jaya menolak eksekusi lahan Makam Wareng oleh Pemkot Tangerang. Warga berdalih areal Makam Wareng merupakan tanah wakaf sejak 1927 atau di masa kolonial.

“Sudah 92 tahun kita merawat, ini datang-datang mau digusur, rakyat pasti bergerak. Kami tidak terima,” ujar Fakhrudin, tokoh masyarakat yang ditunjuk warga sebagai koordinator tim yang menolak eksekusi lahan Makam Wareng kepada wartawan.

Lebih lanjut Fakhrudin menyampaikan pihaknya meminta Pemkot Tangerang untuk menyediakan makam baru bila Makam Wareng dibongkar. “Kita hanya minta tanah diganti tanah, bukan uang,” katanya kepada wartawan.

Warga kemudian mengirim surat aduan kepada DPRD Kota Tangerang dan dikabarkan juga akan melakukan pelaporan class action kepada pihak kepolisian.

Sementara saat dikonfirmasi ProBENTENG, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Decky Priambodo mengatakan Pemkot Tangerang membutuhkan sebagian lahan dari Makam Wareng itu untuk membangun jalan sebagai sistem looping dari Jl KS Tubun menuju Jl Sangego sebagai pengurai kemacetan.

“Proses negosiasi dengan warga sudah kami lakukan sejak 3-4 tahun lalu, namun tidak menemui titik temu hingga sekarang. Warga pun tidak mampu menunjukkan bukti-bukti legalitas lahan makam itu,” katanya saat ditemui di kawasan Kecamatan Pinang, Rabu (16/10/2019) sore.

Dia menambahkan pihaknya pun pernah menganggarkan untuk pembebasan lahan tersebut, akan tetapi setelah melalui pertimbangan dari Kejaksaan Negeri Tangerang yang menyatakan bahwa Makam Wareng yang berdiri sejak jaman kolonial ini milik negara, sehingga tidak boleh melakukan ganti rugi kepada siapapun.

“Datun (Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri Tangerang) bilang jangan dibayar (ganti rugi), saya harus apa?” ujar Decky.

Decky menuturkan pihaknya mempersilahkan bila warga Koang Jaya melakukan gugatan atas makam tersebut. Menurutnya, Pemkot Tangerang tidak menghilangkan makam yang ada tetapi memindahkannya ke lahan yang masih ada di sekitarnya atau ke TPU Selapajang. “Lahan Makam Wareng sekitar 8.000 meter yang terkena pembangunan jalan sekitar 2.000 meter, dan yang terkena itu infonya ada 150 makam, akan kami pindahkan semua,” pungkasnya. [ron]

(Visited 132 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *