Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Golkar Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi Lewat Dialog Pendidikan Politik

Golkar Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi Lewat Dialog Pendidikan Politik

TANGERANG [ProBENTENG] – Walikota Tangerang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, H. Sachrudin, membuka Dialog Pendidikan Politik dengan tema “Meneguhkan Ideologi Perjuangan, Membumikan Doktrin Karya Kekaryaan Menuju Sukses Pembangunan Kota Tangerang” di Aula Gedung DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi dan pembekalan bagi kader partai se-Kota Tangerang.

Sachrudin menjelaskan bahwa doktrin karya kekaryaan di Partai Golkar adalah tentang kreativitas, semangat, dan kebersamaan dalam membangun bangsa, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat. Menurutnya, inovasi dan kerja nyata menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Dalam dialog tersebut, Sachrudin menekankan pentingnya soliditas partai. “Golkar harus solid. Membangun kota ini, membangun bangsa ini, harus kompak, harus bersama-sama. Tidak ada yang bisa sendirian. Golkar solid, Indonesia maju. Kalau kita pengen maju, kita harus bersatu,” ujarnya.

Terkait target pemilu mendatang, Sachrudin menargetkan peningkatan perolehan kursi dari sembilan menjadi sepuluh atau sebelas. “Nambah kursi aja, Gol. Semua partai berpikirnya ke sana,” katanya disertai tawa.

Mengenai hasil Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang mayoritas diisi oleh kader generasi muda, Sachrudin menyambut positif dan berharap anak-anak muda dapat menjadi penerus yang mampu menyuarakan aspirasi rakyat. Ia menilai semangat generasi muda lebih menggebu-gebu dan menjadi daya tarik tersendiri dalam pembangunan melalui kepartaian.

Ia juga menekankan peran kader senior dalam memberikan motivasi dan bimbingan, karena pengalaman dan pengabdian tidak terbatas oleh usia. “Orang tua itu pernah muda, tapi anak muda belum pernah tua. Pengalaman lebih matang. Kita perlu memotivasi anak muda agar tumbuh berkembang, karena mereka adalah penerus bangsa,” ungkapnya.

Sachrudin menutup dengan pesan bahwa pengabdian tidak berhenti pada pensiun administrasi, melainkan berlanjut hingga akhir hayat. “Pengabdian boleh dilakukan oleh siapa saja, tidak terbatas sampai akhir hayat. Yang penting sampai kita mati, kebaikan-kebaikan kita tetap dikenang,” pungkasnya. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *