Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Kasus Pelecehan Santriwati di Pati, Anggota DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan Pesantren

Kasus Pelecehan Santriwati di Pati, Anggota DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan Pesantren

TANGERANG [ProBENTENG] — Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap pondok pesantren menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di sebuah pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKB, Tasril Jamal, mengecam keras dugaan tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada pelaku.

“Pondok pesantren adalah tempat pendidikan moral dan agama. Jangan sampai dicederai oleh tindakan yang merusak masa depan para santri. Kami meminta pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Tasril, Kamis (7/5/2026).

Politikus yang akrab disapa Dewan TJ itu mengatakan, Fraksi PKB akan mendorong seluruh kader dan anggota dewan untuk lebih aktif melakukan pengawasan serta pendampingan terhadap pondok pesantren di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan dalam bentuk kontrol sosial, tetapi juga melalui pendekatan silaturahmi, dialog, hingga dukungan terhadap kegiatan positif di lingkungan pesantren.

“Kami ingin anggota dewan PKB hadir di tengah pesantren, minimal aktif memonitor kegiatan yang ada di wilayahnya. Kalau perlu ikut membantu kegiatan positif yang menunjang kemajuan pesantren,” katanya.

Tasril juga berencana melibatkan kader Panji Bangsa sebagai organisasi sayap PKB untuk ikut memperkuat pengawasan sosial demi menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan sehat bagi para santri.

Selain itu, Fraksi PKB Kota Tangerang membuka peluang mendorong lahirnya regulasi daerah yang berpihak pada perlindungan santri dan penguatan tata kelola pondok pesantren.

“Ke depan kami akan memikirkan adanya perda atau produk hukum yang dapat mendukung kemajuan pondok pesantren sekaligus memperkuat perlindungan terhadap santri,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Tasril mengusulkan agar anggota DPRD dari PKB melakukan kunjungan rutin ke pondok pesantren minimal satu kali dalam sebulan untuk menyerap aspirasi dan memetakan persoalan yang dihadapi pengelola maupun santri.

“Pesantren adalah bagian penting dari basis pendidikan dan sosial masyarakat. Karena itu harus kita jaga bersama agar tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh keteladanan,” pungkasnya. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *