Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Komisi X DPR RI Pantau Sekolah Penggerak di Kota Tangerang

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah (batik biru) didampingi Wakil Walikota Tangerang H Sachrudin saat memberikan keterangan pers.

TANGERANG [ProBENTENG] – Sejumlah anggota Komisi X DPR RI mendatangi Gedung Puspem Kota Tangerang, Jumat (3/9/2021) pagi. Rombongan wakil rakyat itu ingin melihat kesiapan Kota Tangerang untuk program sekolah penggerak dan guru penggerak.

Kedatangan tamu tersebut disambut Wakil Walikota Tangerang H Sachrudin beserta Kepala Dinas  Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin dan jajarannya di Ruang Akhlaqul Karimah.

Ferdiansyah, Anggota Komisi X DPR RI yang juga ketua rombongan mengatakan inti dasar dari kunjungan spesifik ini adalah melihat kesiapan dan persiapan Kota Tangerang  dalam program sekolah penggerak dan guru penggerak.

“Karena beberapa sekolah di Kota  Tangerang ditetapkan sebagai sekolah penggerak,” ujar Ferdiansyah dalam jumpa pers usai kunjungannya.

Ia menegaskan, wakil rakyat ingin memastikan bahwa program sekolah penggerak dan guru  penggerak tidak menjadi beban daerah. “Nah, alhamdullilah beberapa hal yang  disampaikan oleh Pemkot Tangerang relatif tidak ada masalah yang krusial, walau pun memang tidak sempurna,” ucapnya.

Sementara, Wakil Walikota Tangerang H Sachrudin menyampaikan ada 32 sekolah di Kota Tangerang yang  dijadikan sekolah penggerak. “PAUD ada enam, selebihnya SD 13 sekolah serta SMP 13 sekolah, baik  negeri maupun swasta,” terangnya.

Ada pun kriteria sekolah menjadi sekolah penggerak ialah  adanya edukasi kepada kepala sekolah. “Lalu ada diklat kepada kepala sekolah dan  pendampingan, sosialisasi juga sudah dilaksanakan,”ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin menyampaikan, sekolah di Kota Tangerang sudah siap menjadi sekolah  penggerak dan guru penggerak. “Diharapkan dari sekolah penggerak ini ialah sekolah nantinya menjadi  berkualitas, yaitu berpedoman kepada Pancasila. Pelajar yang Pancasilais di antaranya adalah anak  yang kritis, anak mandiri anak yang inovatif dan jujur,” terangnya. [ron]

(Visited 2 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *