Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Nenek Rumahnya Terisolir Menangis ke Hadapan Anggota DPRD

Nenek Timot menangis saat dikunjungi Anggota DPRD Kota Tangerang HM Sjaifuddin Z Hamadin. [imron]
BENDA [ProBENTENG] – Tangisan Ny Timot, nenek 70 tahun, warga Kampung Rawa Bokor, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, tumpah ke hadapan Anggota DPRD Kota Tangerang HM Sjaifuddin Z Hamadin yang datang berkunjung ke rumahnya yang terisolir karena belum dibebaskan pelaksana JORR II Kunciran-Bandara.

Tangisan dengan uraian air mata banyak itu terjadi

pada Kamis (22/2/2018) sesaat Sjaifudidin membuka dialog dengan nenek tersebut dalam kunjungan sidaknya. Sontak kejadian yang mengharukan ini mengundang kedatangan warga lainnya yang tentu saja juga ingin menyampaikan keluhannya.

Ke hadapan Anggota DPRD dari Fraksi PAN ini,Ny Timot meratapi nasib rumahnya di RT 02/01 Kelurahan Benda yang terhimpit proyek Tol Kunciran-Bandara sehingga menyebabkan tidak ada akses jalan dan tidak ada saluran air yang membuat rumahnya sering kebanjiran di setiap hujan datang.

Nenek yang mengaku terkena penyakit stroke ini yang kondisinya sudah tidak mampu berjalan, menjadi menderita jika banjir terjadi. Dia harus dibopong keluarganya untuk dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

“Tolongin saya pak, saya maunya pindah kemana, kek. Saya takut ada binatang buas kalo banjir datang. Pernah ada musang dan ular, karena saya sudah nggak bisa jalan pak…” urai Ny Timot sambil menangis.

Keluhan senada dituturkan Ny Yusnina, 38 tahun, warga lainnya, masih tetangga si nenek. Dia mengaku kedua anaknya kerapkali  harus tidak masuk sekolah bila banjir lama surutnya. Akibatnya, surat panggilan pihak sekolah sudah seringkali didapatkannya.

“Ya mau gimana lagi, nyari seragam aja susah, pada ngambang semua…” tuturnya.

Tidak hanya itu rumahnya kondisinya memprihatinkan dan rawan ambruk. “Setiap ada alat-berat beroperasi, rumah kami menjadi bergetar, bahkan ada genteng yang jatuh,” tambah Ny Yusnina.

Kampung Rawa Bokor RT 002/001 Kelurahan Benda yang terhimpit proyek Tol JORR II Kunciran-Bandara dan Perumahan Taman Mahkota. [imron]
TERJADI PEMBIARAN

HM Sjaifuddin Z Hamadin, Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tangerang, mendengar keluhan tersebut akhirnya harus menenangkan hati nenek Timot yang menangis. “Sabar ya bu, ini saya sedang berusaha. Mudah-mudahan ada jalan terbaiknya…”

Kunjungan Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang ini ke kampung itu dilakukan setelah membaca berita dari ProBENTENG sehari sebelumnya.

Usai meninjau, Sjaifuddin menilai telah terjadi pembiaran dari pihak-pihak terkait Pembangunan Tol JORR II Kunciran-Bandara. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, bahkan harusnya malah sudah selesai, apalagi prosesnya sudah berlangsung sejak 2015. “Tapi kalau sampai 2018 belum ada kejelasan, kemungkinan tidak diproses.”

Dia melihat permukiman 10 keluarga yang menghuni 6 rumah itu sudah tidak punya akses keluar-masuk kampung. Seharusnya pihak Kementerian PUPR, PT Marga Kunciran Cengkareng, dan pihak-pihak lainnya bertindak sepatutnya dengan cepat. “Mereka telah melakukan pembiaran. Jangan ada alasan lagi, harus segera diselesaikan,” tegas Sjaifuddin.

Sjaifuddin berjanji akan segera berkoordinasi melalui DPRD Kota Tangerang kepada berbagai pihak atas pemecahan persoalan ini. DPRD siap mendatangi Kementerian PUPR, PT Marga Kunciran Cengkareng, BPN dan pihak-pihak terkait lainnya. “Mudah-mudahan akan ada solusinya bagi warga…” pungkas Sjaifuddin. [imron]

(Visited 226 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *