PDAM TB Buka Posko Siap Layani “Ledakan Tagihan” Pelanggan
TANGERANG [ProBENTENG] – Fenomena “ledakan tagihan” pelanggan PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang di pusat Kota Tangerang karena tidak adanya petugas yang memeriksa meter pemakaian air secara rutin di setiap bulannya sejak setahun lalu.
Inilah yang dikeluhkan pelanggan PDAM, yang kini berubah nama menjadi Perumdam TB, sepekan terakhir ini sesaat kedatangan petugas PDAM mencatat meter pemakaian. Banyak pelanggan kaget karena tagihan yang tercatat sampai 20 kali lipat.
Direktur Utama Perumdam TB, Sumarya yang dihubungi ProBENTENG, Jumat (24/6/2022), mengakui sejak peralihan pelayanan pelanggan dari PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ke PDAM Tirta Benteng pada pertengahan tahun 2021 lalu, pihak PDAM TB hanya menerima sejumlah data administrasi pelanggan, di antaranya nama dan alamat saja.
“Dari data nama dan alamat tersebut, petugas checker kami harus mencari satu per satu rumah masing-masing pelanggan. Hal inilah yang memakan waktu yang tidak sedikit,” kilahnya.
Baca Juga: MENJALAR KEGALAUAN “LEDAKAN TAGIHAN” 20 KALI LIPAT PDAM TIRTA BENTENG
Jika dalam komplek perumahan, ungkapnya, alamat lebih mudah ditemukan. Namun jika di perkampungan agak sulit, karena biasanya alamatnya tidak lengkap, semisal nomor rumah tidak ada, dan lain-lain.
Sumarya juga mengakui karena hal ini, banyak petugas checker-nya tidak bisa memenuhi target pekerjaannya, lalu menjadi menggunakan tembak murah.
Untuk mengantisipasi komplain pelanggan, Perumdam TB sudah membuka posko pengaduan layanan di kantornya di Komplek Pintu Air Sepuluh, Jl Komp PU Prosida Bendungan No. 10, Neglasari, Kota Tangerang, yang khusus menangani permasalahan serupa ini.
“Jika ada pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan, dapat mendatangi posko tersebut untuk mendapat kebijakan reduksi atau pengurangan pembayaran yang akan dijelaskan secara langsung di posko tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: BERPOTENSI BANYAK PELANGGAN PDAM TIRTA BENTENG GALAU, TAGIHAN MELONJAK 20 KALI LIPAT
GEGARA ALIH KELOLA
Kegalauan banyak pelanggan atas ledakan luar-biasa tagihan ini terjadi karena kekhilapan pihak PDAM Tirta Benteng yang tak pernah melakukan pengecekan meter pakai sejak September 2021.
Ini bermula saat terjadinya pengalihan langganan pengelolaan air dari PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ke PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang pada pertengahan tahun 2021. Pengalihan sendiri disebabkan puluhan ribuan pelanggan PDAM Kabupaten Tangerang itu seluruhnya berdomisili di Kota Tangerang.
Namun sejak pengalihan, PDAM Tirta Benteng tak pernah melakukan pengecekan meter pakainya yang ditempatkan di rumah-rumah pelanggan. Malah disebut-sebut memakai sistem tembak murah, sehingga pada akhirnya akan terjadi ledakan tagihan luar-biasa yang pasti diresahkan pelanggannya.
Diakui pelanggan, sebelum pengalihan, biasanya mereka di antaranya membayar tagihan per bulan Rp 150 ribu-Rp 250 ribu. Setelah pengalihan turun drastis Rp 36 ribu-Rp 150 ribu. Ini tak wajar karena meter pakai tak pernah dicek. Ditakutkan saat meter pakai dicatat akan teradi ledakan tagihan. Ternyata itu, terbukti. [ron]
![]()

