Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

PSBB Kabupaten Tangerang Diperpanjang Pada PSBB Sesi II

TIGARAKSA [ProBENTENG] – Bupati Tangerang HA Zaki Iskandar menetapkan perpanjangan PSBB di Kabupaten Tangerang yang dimulai Sabtu 2 Mei 2020, pukul 00.01.

Penetapan perpanjangan PSBB Virus Corona ini diambil setelah digelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan PSBB Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tangerang pada Selasa (28/4/2020) melalui video conference (vidcon) di ruang kerja bupati di Tigaraksa.

Peserta rapat terdiri dari unsur Forkopimda, Wakil Bupati Tangerang, Sekda Kabupaten Tangerang, para asisten daerah, dan seluruh camat Kabupaten Tangerang.

Bupati melalui vidcon mengatakan forum rapat menyepakati PSBB Kabupaten Tangerang diperpanjang pada sesi kedua. PSBB Sesi I berlangsung 18 April-2 Mei 2020, sementara PSBB Sesi II dimulai 2-14 Mei 2020.

”Untuk PSBB Sesi II, penekanannya pada penindakan hukum yang humanis dan membuat efek jera bagi pelanggarnya,” kata bupati. Sementara pada PSBB Sesi I lebih pada edukasi, sosialiasi, dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Selain itu, kata bupati, dianggap perlu adanya peningkatan dan optimalisasi terhadap check-point, terutama di Jalan Tol Jakarta-Merak dan beberapa pintu tol lainnya. Juga perlu dievaluasi beberapa titik check-point di sejumlah wilayah yang telah dilakukan selama PSBB Sesi I.

“Saya berharap pemberlakuan PSBB Sesi II dilakukan dengan lebih ketat dan membuat masyarakat lebih berdisiplin dalam penerapan PSBB…” tegas bupati.

Pada PSBB kali inipun diharapkan dimaksimalkan lagi upaya sosialisasi cegah sebaran Corona kepada masyarakat dan ditingkatkan lagi frekuensi patroli keliling wilayah pada sore hari menjelang berbuka puasa.

Sementara Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli, menambahkan banyak masyarakat masih belum memahami peraturan yang mengiringi pemberlakuan PSBB. Sebab itu, masih banyak masyarakat yang melanggar peraturan PSBB.

“Saya menghimbau para Petugas PSBB untuk lebih tegas menindak para pelanggar. Lakukan patroli menyisir warga yang masih membandel, sekaligus memberikan pemahaman kembali tentang PSBB,” katanya.

Lalu ditambahkan H Mad Romli, “harus ada sanksi yang membuat efek jera bagi pelanggar, sehingga PSBB bisa berjalan dengan lancar, agar kita benar-benar bisa memutus mata-rantai Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang.”  [cd]

(Visited 51 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *