Reses di Cimone, Jusman Said Serap Aspirasi Warga
TANGERANG [ProBENTENG] – Anggota DPRD Kota Tangerang, Jusman Said, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses II masa sidang 2025–2026 yang digelar di Lapangan Badminton RT 01 RW 05, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari bantuan sosial (bansos), layanan BPJS, hingga kondisi infrastruktur lingkungan.
Usai kegiatan, Jusman Said mengungkapkan bahwa salah satu keluhan utama warga berkaitan dengan penyaluran bansos yang dinilai belum merata. Ia menyoroti ketidakjelasan posisi desil yang menjadi acuan penerima bantuan.
“Banyak warga merasa belum mendapatkan bansos karena tidak jelas berada di desil berapa. Ada yang masuk desil 6 sehingga tidak mendapat bantuan, padahal penghasilannya hanya sekitar Rp1,2 juta per bulan,” ujar Jusman, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa perubahan data desil memang membutuhkan proses waktu, namun warga tetap didorong untuk mengajukan pembaruan data agar dapat diverifikasi kembali oleh pemerintah.
Selain bansos, persoalan lain yang menjadi perhatian adalah status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan. Menanggapi hal tersebut, Jusman memastikan Pemerintah Kota Tangerang telah mengambil langkah antisipasi agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Walaupun BPJS PBI dinonaktifkan, jika warga datang ke RSUD Kota Tangerang tetap akan dilayani dan dicover oleh pemerintah daerah, tentunya melalui proses verifikasi. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS agar tidak ada warga yang ditolak saat berobat,” tegasnya.
Di sisi lain, warga juga mengusulkan perbaikan infrastruktur lingkungan, seperti jalan yang telah lama rusak serta fasilitas posyandu yang mengalami kebocoran saat hujan.
Menanggapi hal tersebut, Jusman menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Sebagai dewan, tugas kita menampung semua aspirasi. Bukan kita yang menyeleksi, tetapi kita kawal agar usulan yang menjadi prioritas bisa direalisasikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam pengajuan usulan pembangunan, masyarakat diharapkan dapat melengkapi data teknis seperti ukuran jalan atau drainase agar mempermudah perhitungan anggaran dan mempercepat proses pelaksanaan.
Sebagai wakil rakyat, Jusman berharap hasil reses ini dapat menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
“Kita ini wakil masyarakat, sehingga harapan mereka harus kita perjuangkan. Usulan hasil reses harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan ke depan,” pungkasnya. [ron]
![]()

