Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Sebulan Tergenang, DPRD Kota Tangerang Dorong Solusi Permanen Banjir Basecamp Jurumudi

TANGERANG [ProBENTENG] — Genangan air di Kompleks Basecamp, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, tak kunjung surut. Hampir satu bulan lamanya, warga RT 05/RW 06 harus hidup berdampingan dengan banjir yang bertahan sejak pertengahan Desember 2025.

Kawasan yang dulunya dikenal sebagai hunian relatif elit itu kini berubah menjadi hamparan air setiap hujan turun. Bahkan hingga awal Februari 2026, genangan masih terlihat di jalan lingkungan dan sebagian masuk ke rumah warga.

Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, turun langsung ke lokasi pada Selasa (3/2/2026). Ia meninjau titik genangan sekaligus berdialog dengan warga guna mencari solusi konkret.

Andri menyebut Kompleks Basecamp menjadi titik banjir yang surutnya paling lama di Kota Tangerang. Selain dipengaruhi kontur wilayah yang rendah, terdapat pula persoalan teknis dan status aset di kawasan tersebut.

“Ini menjadi titik terakhir banjir yang surutnya agak lama. Secara kontur memang rendah, tapi penurunan volume air juga hasil kerja teman-teman PU dan satgas kecamatan,” ujar Andri.

Menurutnya, langkah pascabanjir harus segera dirumuskan secara komprehensif. DPRD bersama Pemerintah Kota Tangerang akan mendorong normalisasi saluran air serta revitalisasi dua embung besar yang berada di dalam kompleks.

“Dua embung ini bisa jadi modal penting untuk penanganan banjir ke depan,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan Basecamp menjadi ujian kolaborasi lintas sektor. Pasalnya, sebagian aset di kawasan tersebut merupakan milik kementerian, namun penghuninya adalah warga Kota Tangerang yang tetap berhak atas pelayanan.

“Aset kementerian tetap harus dilayani karena penghuninya warga Kota Tangerang. Ini pembuktian bahwa proses kolaborasi membangun kota harus berjalan,” tegasnya.

Terkait koordinasi dengan kementerian, Andri optimistis tidak akan menemui kendala berarti. Ia meyakini komunikasi yang dibangun Pemkot Tangerang dapat membuka ruang intervensi teknis yang dibutuhkan untuk penanganan lebih permanen.

“Dengan pendekatan rekayasa teknologi, masih banyak yang bisa dilakukan. Tinggal proses perizinan agar Pemkot bisa melakukan intervensi teknis,” ujarnya.

Bagi warga Basecamp Jurumudi, kunjungan tersebut menjadi secercah harapan. Mereka berharap solusi yang dirumuskan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata agar banjir yang menjadi rutinitas tahunan tak lagi menghantui di musim hujan mendatang. [ron]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *