Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Sembelih Qurban Harus Penuhi Protokol Kesehatan Covid-19

TIGARAKSA [ProBENTENG] – Pemkab Tangerang memutuskan mengizinkan dengan pertimbangan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada kegiatan penyembelihan hewan qurban di mesjid-mesjid di wilayahnya.

Keputusan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang HM Rudi Maesal Rasyid saat Video Conference di Ruang Rapat Solear Gedung Sekretatiat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang di Jl KH Somawinata di Ibukota Tigaraksa, Selasa (14/7/2020).

Dikatakan, protokol pemotongan hewan qurban saat Hari Raya Idul Adha 1441 H tahun ini, kata sekda, harus mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Qurban dan Surat Edaran No 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Qurban dalam Situasi Wabah Bencana Non-Alam Corona Virus Disease (Covid-19).

Juga harus mengacu pada Surat Edaran Bupati Tangerang No 003.2/1891-DPKP tentang Pelaksanaan Kegiatan Qurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Tangerang.

“Mengingat situasi pandemi saat ini, maka Pemerintah Kabupaten Tangerang mempertimbangkan agar penyembelihan hewan qurban tetap dilaksanakan di masing-masing majid,” kata sekda.

Tetapi dengan syarat, saat penyembelihan hewan qurban, semua petugas mengikuti protokol kesehatan secara ketat, yaitu wajib memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

“Panitia qurban pun wajib membentuk petugas pendistribusian daging qurban yang bertugas membagikan daging qurban secara door to door, agar tidak menimbulkan kerumunan massa,” ucapnya.

[darsitek number=3 tag=”sembako”]

HARUS ASUH
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Dr H Aziz Gunawan MM, menjelaskan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban pun harus sesuai dengan UU No 18/2009 juncto No 14/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Berdasar UU ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah diwajiban untuk mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakat yang bersumber dari penyakit hewan yang menular kepada manusia (zoonosis) dan menjamin produk hewan yang beredar untuk dikonsumsi masyarakat memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Dituturkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban maupun daging dan jeroan hewan qurban di wilayah Kabupaten Tangerang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang siap menerjunkan 107 petugas.

Mereka terdiri dari kepala bidang, kepala seksi, jabatan fungsional umum, jabatan fungional tertentu (PPL, medik veteriner, paramedik veteriner, analis pangan, pengawas mutu bibit ternak dan pengawas mutu pakan), kata Aziz. (Bidang IKP Diskominfo Kab Tangerang/ ch djamal / cdjamal@yahoo.com)

(Visited 36 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *