Probenteng.com

Media Online Tangerang dan Sekitarnya

Alih Layanan PDAM TKR ke TB: “Eh Malah Jadi Buruk…”

TANGERANG [ProBENTENG] – Pelanggan PDAM (Perumda) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang di pusat Kota Tangerang mengeluh layanan air perusahaan itu selama sepekan di awal September 2021 kurang baik.

Sejumlah pelanggan, Selasa (7/9/2021), mengutarakan per 1 September kemarin kucuran air PDAM malah mati selama beberapa jam, dimulai sekitar 15.00 sampai 19.30. “Begitu nyala, airnya keruh sekali,” cetus Dyah, warga Sukasari.

Setelahnya, di hari-hari berikutnya kucuran air lebih kecil dari kenormalan layanan air sebelumnya dan airnya pun agak keruh keputihan. Pelanggan pun mulai bertanya-tanya penyebabnya.

Belum ada kejelasannya, kini di hari Selasa (7/9/2021) kucuran air sangat kecil mulai pagi sampai senja, sehingga air ledeng hanya bisa dipakai satu kran dengan kucuran yang kecil juga.

Berbarengan itu, beredar pengumuman adanya pengalihan layanan dari PDAM (Perumda) TKR ke Perumda Tirta Benteng (TB) per 1 September 2021. Pengalihan ini di 5 wilayah kecamatan, meliputi wilayah Kecamatan Neglasari, Batuceper, Benda, Pinang dan Kecamatan Tangerang.

Belum diketahui tata-cara layanan lebih lanjutnya, semisal bayar tagihan bulanan kemana? Nomor pelanggannya bagaimana? Kalau layanan buruk semisal sepekan terakhir ini mengadunya kemana?

“Tolong dicek, gimana nih…” cetus Dahrial Zuhri Lubis alias Jefri, Ketua RW 06 Sukasari yang mengaku kebingungan dengan pengumuman yang dadakan dan tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

 

BARU DUDUK

Indra Gunawan, Humas Perumda TB Kota Tangerang, per telepon membenarkan adanya alih layanan langganan di 5 wilayah kecamatan dari Perumda TKR ke Perumda TB, mulai 1 September.

Selanjutnya per Oktober 2021, kata dia, sekitar 20.000 pelanggan baru di 5 kecamatan itu bisa membayar tagihan air di Kantor Perumda TB. Pelanggan baru ini nantinya akan diberi nomor pelanggan baru.

Soal adanya layanan air mati di 1 September karena adanya proses pengalihan, kata Indra. Sementara, layanan yang nyaris mati 7 September karena bahan baku air di Cisadane mengalami masalah. Pihaknya juga belum tau persoalannya, kok begitu dialihkan jadi ada masalah.

Dia berharap Perumda TKR yang masih mengelola Instalasi Cikokol dan Instalasi Babakan penyuplai air layanan ke 5 wilayah kecamatan teralihkan layanannya, bisa memperbaikinya.

“Kita baru duduk nih, istilahnya,” kata Indra sambil menyebutkan keluhan pelanggan akan disampaikan ke Perumda TKR yang masih menyuplai air ledeng. Dijanjikannya, Perumda TB baru akan siap melayani secara murni layanan kepada pelanggan di 5 kecamatan ini 1 sampai 2 tahun ke depan. [cd]

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *